Trump Peringatkan Iran soal Dampak Berat Jika Gagal Capai Kesepakatan Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Anadolu

Trump Peringatkan Iran soal Dampak Berat Jika Gagal Capai Kesepakatan Nuklir

Muhammad Reyhansyah • 13 February 2026 19:15

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pmemperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington menimbulkan konsekuensi traumatis.

Pernyataan itu disampaikan ketika jalur diplomasi mendekati tenggat krusial.

Sehari setelah menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Trump mengatakan ia berharap ada kemajuan dalam negosiasi dalam satu bulan ke depan. Namun, ia menegaskan bahwa kegagalan meraih kesepakatan akan berujung pada dampak serius.

“Kita harus mencapai kesepakatan. Jika tidak, ini akan menjadi sangat dramatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan,” ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip India Today, Jumat, 13 Februari 2026.

“Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan. Jika mereka tidak membuat kesepakatan, maka ceritanya akan berbeda,” tambah Trump.

Trump menyatakan optimisme bahwa pembicaraan dengan Teheran dapat membuahkan hasil dalam waktu sebulan, tetapi menegaskan kesiapannya untuk meningkatkan tekanan apabila negosiasi gagal.

“Kita lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita harus masuk ke fase dua. Fase dua akan sangat berat bagi mereka,” katanya.

Ia juga menyinggung serangan Amerika Serikat tahun lalu terhadap fasilitas nuklir Iran saat konflik 12 hari antara Israel dan Teheran, dengan menyatakan bahwa Iran seharusnya menyepakati perjanjian sejak awal.

Menurut laporan AFP, Trump tengah mempertimbangkan pengerahan kapal induk AS kedua ke Timur Tengah, langkah yang secara luas dipandang sebagai sinyal kesiapan militer di tengah berlangsungnya upaya diplomasi.

Perbedaan Sikap Soal Iran

Berbeda dengan nada percaya diri Trump, Netanyahu menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati terkait peluang tercapainya kesepakatan.

“Ia percaya bahwa kondisi yang sedang ia ciptakan, dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka tentu memahami telah membuat kesalahan sebelumnya ketika tidak mencapai kesepakatan, dapat menciptakan kondisi untuk meraih kesepakatan yang baik,” kata Netanyahu.

Namun, pemimpin Israel itu menambahkan, “Saya tidak akan menyembunyikan dari Anda bahwa saya menyampaikan skeptisisme umum mengenai kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran.”

“Ini bukan hanya soal isu nuklir,” ujarnya.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai Iran, Trump menyampaikan dukungan pribadinya kepada Netanyahu, bahkan menyatakan bahwa perdana menteri Israel tersebut seharusnya mendapatkan pengampunan dalam persidangan kasus korupsi yang tengah dihadapinya.

“Anda memiliki seorang presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya pikir orang itu seharusnya merasa malu,” kata Trump, merujuk pada Presiden Israel Isaac Herzog.

Amerika Serikat dan Iran melanjutkan kembali negosiasi pekan lalu melalui pembicaraan di Oman, setelah diskusi sebelumnya terganggu oleh konflik regional serta serangan AS. 

Iran menolak perluasan agenda pembicaraan di luar program nuklirnya dan membantah tengah berupaya mengembangkan senjata nuklir, seraya menegaskan tidak akan tunduk pada apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan.

Trump mengisyaratkan bahwa meskipun diplomasi menjadi pilihan utama, opsi militer tetap terbuka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)