Pentagon Siapkan Pengerahan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Kapal induk USS George HW Bush. (Anadolu Agency)

Pentagon Siapkan Pengerahan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Willy Haryono • 12 February 2026 09:30

Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan tengah aktif merencanakan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.

Menurut keterangan tiga pejabat AS, langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan Presiden Donald Trump terhadap Iran dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Selasa lalu, Trump mengatakan dirinya mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke kawasan tersebut. Salah satu pejabat anonim yang dikutip The Wall Street Journal menyebut perintah pengerahan bisa dikeluarkan dalam hitungan jam.

Meski demikian, para pejabat tersebut mengatakan presiden belum secara resmi memberikan perintah. Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 12 Februari 2026, Pentagon disebut telah menyiapkan kelompok tempur itu untuk dikerahkan, kemungkinan dari Pantai Timur AS, dalam waktu sekitar dua pekan.

Menurut laporan tersebut, kapal induk USS George H.W. Bush saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia. Sumber anonim menyebut latihan tersebut dapat dipercepat untuk mempercepat pengerahan.

Pentagon menolak memberikan komentar atas laporan itu.

AS Tingkatkan Kehadiran Militer

AS sebelumnya telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, seiring peringatan Trump kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan.

Washington telah lebih dulu mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan ke wilayah tersebut.

Trump pada Rabu kemarin juga melakukan pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Setelah pertemuan, Trump menyatakan belum ada keputusan final selain mendorong agar negosiasi dengan Iran tetap berlanjut.

“Tidak ada kesepakatan definitif yang dicapai selain saya menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berjalan untuk melihat apakah kesepakatan dapat diwujudkan,” tulis Trump di platform Truth Social.

Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan dapat dicapai, itu akan menjadi opsi yang lebih disukai. Namun jika tidak, ia mengisyaratkan kemungkinan konsekuensi lain.

“Terakhir kali Iran memutuskan tidak membuat kesepakatan, mereka terkena (Operasi) Midnight Hammer — itu tidak berjalan baik bagi mereka. Mudah-mudahan kali ini mereka lebih rasional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca juga:  Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Kedua, Ketegangan AS-Iran Meningkat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)