Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono. Foto: Medcom.id/Aul.
Wamenkes Tegaskan penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Covid-19
M. Iqbal Al Machmudi • 12 May 2026 18:27
Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, mengaskan penyebaran hantavirus berbeda dengan covid-19. Penyebaran hantavirus dibutuhkan perantara penyebaran berupa urine atau kotoran hewan pengerat seperti tikus.
"Hantavirus itu ada reservoirnya atau perantaranya adalah tikus. Jadi tikus rumah yang kotor, banyak urine tikus, terutama terjadi setelah banjir bisa menyebabkan terjadinya hantavirus," kata Dante dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 12 Mei 2026.
Cara penyerabarannya pun hampir sama dengan leptospirosis. Sehingga semua yang dicurigai leptospirosis harus juga diperiksa hantavirus.
Ia juga mengatakan untuk penularan dari manusia ke manusia masih belum terbukti baik jenis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) maupun Hanta pulmonary Syndrome (HPS).
"Kematian tiga yang ada di kapal pesiar itu masih diselidiki apakah hantavirus ada penularan dari manusia ke manusia," ujar dia.
Diketahui, hantavirus ada dua jenis yaitu HFRS dengan gejala berupa kelainan panas tinggi, kuning, hingga sakit ginjal. Jenis kedua yakni HPS yang menyebabkan kelainan paru-paru.

Ilustrasi virus. Foto: Medcom.id.
Tingkat kematian HFRS sekitar 15 persen. Sementara tingkat kematian HPS cukup tinggi, mencapai 60 hingga 80 persen.
Dante menyebut di Indonesia sudah ditemukan 23 kasus dari tahun 2023 dan semuanya berjenis HFRS yang ringan. Gejalanya biasanya terjadi setelah banjir dan sebagainya.
"Tapi kalau hantavirus yang kayak diketemukan di kapal pesiar MV Hondius, di Indonesia itu belum masuk," pungkasnya.