Di Tengah Kekeringan, Warga Aceh Barat Panjatkan Doa Bersama Lewat Salat Istisqa

Warga Aceh Barat menggelar salat istsiqa di halaman Masjid Agung Baitul Makmur. Foto: Istimewa

Di Tengah Kekeringan, Warga Aceh Barat Panjatkan Doa Bersama Lewat Salat Istisqa

Fajri Fatmawati • 29 January 2026 12:42

Aceh Barat: Warga Kabupaten Aceh Barat menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual bersama untuk memohon hujan di tengah kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salat sunnah tersebut dilaksanakan secara berjamaah di halaman Masjid Agung Baitul Makmur dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan sebagai bentuk doa dan kepasrahan kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan.

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, mengatakan salat Istisqa tidak hanya dimaknai sebagai permohonan hujan. Lebih dari itu, salat ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

“Pelaksanaan salat ini merupakan wujud ikhtiar spiritual bersama. Kita berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Said Fadheil, Kamis, 29 Januari 2026.
 


Dalam beberapa waktu terakhir, Aceh Barat menghadapi karhutla yang meluas di sejumlah titik. Berdasarkan data sementara, lahan seluas 50,2 hektare terdampak kebakaran, bahkan kabut asap sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah diliburkan.

Hingga saat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait terus melakukan penanganan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk. Mahdi Kari Usman, dalam tausiyahnya mengingatkan masyarakat agar tidak mengolok-olok prosesi ibadah salat Istisqa apabila hujan belum turun.

“Salat Istisqa bisa dilakukan berkali-kali. Jangan mencemooh ibadah ini jika hujan belum turun, karena hakikatnya kita diperintahkan untuk terus berdoa dan berikhtiar,” ujarnya.


Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa


Tgk. Mahdi menekankan pentingnya taubat dan introspeksi diri sebagai kunci turunnya rahmat Allah SWT. Ia menyampaikan kisah dan hikmah bahwa dosa-dosa manusia dapat menjadi penghalang turunnya hujan dan keberkahan.

“Sekuat apa pun kita meminta hujan, jika hati belum benar-benar bertobat, maka rahmat Allah bisa tertahan. Namun setiap doa dan usaha kita tetap dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT, karena Allah sangat mencintai hamba-Nya yang terus meminta dan berharap kepada-Nya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk kembali kepada nilai-nilai agama, memperbanyak sedekah, menjaga ukhuwah, berbaik sangka antara sesama, serta menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan syariat.

“Marilah kita bersama-sama memperbaiki diri, menjaga lingkungan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semua ini menjadi bekal agar kita selamat di dunia dan akhirat,” pungkas Tgk. Mahdi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)