Seorang agen perbatasan AS menembak pria yang diduga terlibat perdagangan manusia di Arizona, Selasa, 27 Januari 2026. (Anadolu Agency)
FBI Sebut Pria yang Ditembak Agen Patroli di Arizona Terlibat Perdagangan Manusia
Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 09:50
Arizona: Seorang agen Patroli Perbatasan Amerika Serikat (AS) menembak dan melukai seorang tersangka perdagangan manusia dalam insiden bersenjata di Arizona pada Selasa, 27 Januari 2026. Insiden terjadi setelah pria tersebut menembaki helikopter milik pemerintah federal dan terlibat baku tembak dengan petugas di darat, kata para pejabat.
Tersangka dilaporkan berada dalam kondisi serius namun stabil usai menjalani operasi. Hal itu disampaikan oleh Sheriff Pima County bersama Biro Investigasi Federal (FBI) dalam konferensi pers. Peristiwa tersebut terjadi di dekat perbatasan Amerika Serikat–Meksiko, di tengah meningkatnya ketegangan nasional terkait penegakan hukum imigrasi.
Penembakan berlangsung di wilayah gurun terpencil dekat Kota Arivaca, sekitar 16 kilometer dari perbatasan AS–Meksiko. Kawasan ini dikenal sebagai jalur lintasan migran yang padat dan sebelumnya kerap menjadi lokasi ketegangan antara aktivis migran dan aparat Patroli Perbatasan.
Identitas dan Riwayat Tersangka
Agen Khusus FBI Heith Janke mengidentifikasi tersangka sebagai Patrick Gary Schlegel, 34 tahun. Ia diperkirakan akan didakwa atas penyerangan terhadap petugas federal, penyelundupan orang asing, serta kepemilikan senjata api oleh terpidana.“Segala bentuk penyerangan terhadap aparat penegak hukum tidak akan ditoleransi,” ujar Janke, dikutip dari AsiaOne, Rabu, 28 Januari 2026. Ia menegaskan FBI akan terus menyelidiki secara agresif setiap ancaman terhadap petugas bersenjata lencana.
Menurut dokumen pengadilan federal, Schlegel merupakan buronan yang melarikan diri dari rumah singgah di Tucson pada 15 Desember 2024, terkait vonis sebelumnya atas kasus penyelundupan. Pada Januari 2024, ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas pelanggaran penyelundupan migran ilegal dan kepemilikan senjata api.
Sheriff Pima County Chris Nanos menjelaskan bahwa agen Patroli Perbatasan sempat mengejar kendaraan yang dikemudikan Schlegel lebih awal pada hari yang sama. Beberapa penumpang dilaporkan turun dan melarikan diri, sementara pengemudi berhasil kabur.
Tak lama kemudian, kendaraan tersebut ditemukan kembali di dekat Arivaca. Pengemudi menghentikan mobil dan melarikan diri dengan berjalan kaki sambil menembaki helikopter Customs and Border Protection yang terbang rendah. Baku tembak kemudian terjadi ketika agen mengejar tersangka di darat, hingga akhirnya Schlegel tertembak.
Sorotan Penegakan Imigrasi
Insiden ini terjadi di tengah sorotan terhadap aparat imigrasi AS, menyusul tewasnya Alex Pretti, 37 tahun, seorang perawat ICU yang ditembak oleh agen Patroli Perbatasan di Minnesota pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, awal bulan ini, seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) juga menembak mati Renee Good, 37 tahun.Dua insiden tersebut menambah tekanan politik bagi Presiden Donald Trump, yang kembali terpilih pada 2024 setelah berjanji memperketat penegakan hukum imigrasi dan melancarkan deportasi besar-besaran terhadap imigran ilegal.
Di bawah kebijakan tersebut, keberadaan petugas imigrasi bertopeng dengan perlengkapan taktis bergaya militer semakin sering terlihat di berbagai wilayah AS. Protes pun bermunculan di sejumlah kota, termasuk Minneapolis, di mana respons aparat beberapa kali berujung pada penggunaan kekuatan mematikan.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan dukungan publik terhadap taktik penegakan imigrasi pemerintahan Trump mulai melemah, baik sebelum maupun setelah penembakan Pretti. Isu ini menempatkan Partai Republik dalam posisi defensif menjelang pemilu paruh waktu November, ketika mayoritas tipis mereka di Kongres dipertaruhkan.
Baca juga: Agen Patroli Perbatasan AS Terlibat Penembakan di Arizona, Satu Orang Kritis