Keluar dari Middle Income Trap, RI Perlu Tinggalkan Model Ekonomi Berbasis Upah Murah

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Foto: umy.ac.id

Keluar dari Middle Income Trap, RI Perlu Tinggalkan Model Ekonomi Berbasis Upah Murah

Husen Miftahudin • 9 September 2026 13:24

Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai Indonesia perlu mengubah model pertumbuhan ekonomi yang selama ini mengandalkan tenaga kerja berbiaya murah dan sumber daya alam. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan transformasi ekonomi perlu diarahkan pada pertumbuhan yang ditopang produktivitas tinggi, inovasi, dan penguatan institusi. Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong transformasi ekonomi.

"Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sistem kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial," ujar Rachmat dalam konferensi bersama Asian Development Bank Institute di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 9 September 2026.

Rachmat menjelaskan visi pembangunan jangka panjang tidak hanya berkaitan dengan upaya memprediksi kondisi yang akan datang. Perencanaan juga diperlukan untuk membentuk kondisi masa depan sesuai tujuan pembangunan yang ingin dicapai.

Karena itu, perencanaan pembangunan perlu diperkuat agar pemerintah tidak hanya merespons perubahan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai risiko dan peluang.

Menurut Rachmat, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, bencana yang dipengaruhi aktivitas manusia, hingga bencana alam yang sulit dihindari.
 



Pemerintah Pastikan Anggaran Penanganan El Nino Masih Cukup

(Ilustrasi, Gedung Kementerian PPN/Bappenas. Foto: dok Kementerian PPN/Bappenas)
 

Kembangkan Bappenas Institute


Dalam kesempatan tersebut, Rachmat memperkenalkan pengembangan Bappenas Institute sebagai platform strategis untuk menjembatani pengetahuan dengan proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.

Pengembangan institusi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Bappenas. Bappenas Institute nantinya memiliki tiga fungsi utama, yakni strategic policy intelligence, pengembangan kapasitas perencanaan melalui planning academy, serta kolaborasi pengetahuan dan kebijakan.

Fungsi strategic policy intelligence ditujukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi perubahan lebih awal serta menyusun pilihan kebijakan berdasarkan data dan bukti. Sementara itu, planning academy diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Bappenas juga akan mendorong kolaborasi pengetahuan yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan.

Rachmat menilai peningkatan kualitas SDM dan penguatan institusi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas Indonesia. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pencapaian target pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

(Husen Miftahudin)