Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (ANTARA/HO : Walhi Kalbar)
16 Sumur Bor Percepat Pemadaman Karhutla di Ketapang
Metro TV • 9 September 2026 11:36
Ketapang: Tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), yang berlangsung lebih dari sebulan. Kondisi lahan gambut dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Komandan Kodim 1203 Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib mengatakan sumur bor menjadi salah satu strategi paling efektif untuk mempercepat pemadaman.
"Karena melihat sekarang sudah hampir tiga bulan tidak ada turun hujan, sumber air yang ada di kolam, orang ambil air untuk pemadam, akhirnya kita fokuskan untuk mengebor tanah yang itu tidak jauh dari titik api," kata Zulkarnaen di Ketapang, Rabu, 9 September 2026.
Sebanyak 16 titik sumur bor telah dibuat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang. Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, menjadi salah satu lokasi yang mendapat banyak sumur bor karena memiliki titik api cukup banyak.
"Terkait masalah heli water bombing, tadi kami sudah dikonekkan dengan heli yang ada di Pontianak. Itu rencana ke depan 1-2 hari ini akan didukung heli 2, yaitu 412 nanti akan kita tempatkan di Bandara Ketapang," ungkap Ketapang.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla yang masih menjadi salah satu prioritas di Kalbar. Pemadaman diharapkan dapat menekan sebaran asap sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

BPBD Kalbar melakukan pendinginan pada lahan gambut yang terbakar di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa, 28 Agustus 2026. ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Ketapang mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat dari 804 kasus pada minggu ke-34 menjadi 1.055 kasus pada minggu ke-35, atau periode 1 hingga 6 September 2026.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan menyediakan rumah oksigen di 24 puskesmas dan satu posko karhutla di Desa Sungai Pelang sebagai fasilitas pertolongan pertama.
Rumah oksigen dilengkapi pasokan oksigen, nebulizer, dan tenaga kesehatan siaga. Fasilitas ini dapat digunakan masyarakat yang mengalami sesak napas secara gratis. (Ifdal Amal)