Sejumlah personel Basarnas melakukan pencarian pada hari kelima operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu, 12 September 2026. ANTARA/HO-BASARNAS
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas Lewat Jalur Laut dan Udara
Silvana Febiari • 12 September 2026 14:43
Pandeglang: Tim SAR Gabungan memperluas pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, Banten. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara.
"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 September 2026.
Pencarian melalui jalur laut dibagi menjadi enam sektor, yakni T, U, Z, W, X, dan Y, dengan luas area sekitar 2.537 mil laut persegi. Sementara pencarian dari udara melalui Sektor H mencakup area sekitar 2.063 mil laut persegi.
Ia menegaskan, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi. Sebab, kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis.
"Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi dan setiap informasi yang berpotensi memberikan petunjuk akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Adapun kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10-20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Pencarian laut melibatkan sejumlah kapal dan unsur SAR, di antaranya KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KRI Leuser, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa, TB Gunung Santri, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka 247, RBB Pulau Peucang serta RIB 02 Lampung.
Untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara, Tim SAR juga mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas.

Seorang prajurit TNI AL awak KRI Lepu-861 memantau pencarian kapal cepat yang hilang kontak menggunakan teropong di Perairan Selat Sunda. ANTARA FOTO/HO-Dispenal/MRH/tom
Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan jurnalis berangkat menggunakan speedboat (kapal cepat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin, 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima pewarta foto, Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu).
Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain yang berada di dalam kapal yakni nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu.