PBB Kecam Serangan Rudal Houthi ke Infrastruktur Sipil Arab Saudi

Asap dari serangan Houthi di Arab Saudi. (Anadolu Agency)

PBB Kecam Serangan Rudal Houthi ke Infrastruktur Sipil Arab Saudi

Muhammad Reyhansyah • 9 September 2026 15:20

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan lintas batas kelompok Houthi dari Yaman ke sejumlah wilayah Arab Saudi yang menyasar infrastruktur sipil dan energi. 

Bersamaan dengan itu, pertempuran yang kembali meningkat di dalam Yaman telah memicu gelombang pengungsian baru dan semakin memperburuk krisis kemanusiaan negara tersebut.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan serangan Houthi dalam 24 jam terakhir menimbulkan kekhawatiran atas jatuhnya korban sipil.

"Kami mengecam serangan lintas batas Houthi terhadap sejumlah lokasi di Arab Saudi selatan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi, serta sangat prihatin atas laporan mengenai korban sipil," kata Dujarric kepada wartawan, dikutip dari Arab News, Rabu, 9 September 2026.

PBB juga mengkhawatirkan meningkatnya pertempuran di berbagai garis depan di Yaman, termasuk laporan mengenai kemungkinan jatuhnya korban sipil. Dujarric mendesak seluruh pihak menahan diri, mencegah eskalasi lebih lanjut, dan mematuhi hukum humaniter internasional dengan tidak menyerang warga maupun infrastruktur sipil.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg disebut terus berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang terlibat untuk menahan eskalasi dan mempertahankan ruang bagi dialog.

Dujarric memperingatkan eskalasi militer yang terus berlanjut dapat menimbulkan "dampak politik, ekonomi, dan keamanan yang menghancurkan" bagi Yaman.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), lebih dari 5.600 keluarga telah mengungsi di wilayah Taiz dan Hodeidah selatan sejak pertempuran kembali meningkat pada 3 September. Sedikitnya 11 korban sipil dilaporkan dalam sepekan terakhir, termasuk dua anak yang tewas dan sembilan orang terluka.

Di Marib, lokasi pengungsian juga terkena tembakan artileri pada akhir pekan lalu. Dua anak tewas dan 15 orang terluka, sementara sejumlah tempat penampungan hancur sehingga keluarga terdampak terpaksa tidur di ruang terbuka.

Bantuan Kemanusiaan

Organisasi kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat kepada 2.340 keluarga, terutama di Taiz, serta di Marib dan Abyan. Namun, akses menuju banyak wilayah terdampak masih menjadi kendala besar.

OCHA mengatakan membutuhkan segera USD7 juta untuk mekanisme tanggap cepat dan tambahan USD3 juta untuk persediaan tempat penampungan serta kebutuhan rumah tangga yang mulai menipis.

Secara keseluruhan, seruan bantuan kemanusiaan Yaman senilai USD2,2 miliar baru mendapat pendanaan sekitar 20 persen, dengan USD438 juta telah diterima.

PBB kembali mendesak seluruh pihak menghormati hukum humaniter internasional, membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan melindungi warga sipil, termasuk dengan memungkinkan mereka berpindah ke lokasi yang lebih aman.

Baca juga: Pasukan Yaman Rebut Dua Wilayah dari Houthi di Provinsi Taiz

(Willy Haryono)