Kemenhaj Sumbar Tuntaskan Pemulangan Gelombang Pertama Haji

Petugas melayani jamaah haji kelompok terbang 11 yang tiba di Debarkasi Haji Padang, Sumatra Barat, Senin, 15 Juni 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kemenhaj Sumbar Tuntaskan Pemulangan Gelombang Pertama Haji

Silvana Febiari • 16 June 2026 16:12

Kota Padang: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Barat (Sumbar) berhasil menuntaskan kepulangan gelombang pertama jemaah haji asal Debarkasi Padang musim haji 1447 Hijriah. Seluruh proses pemulangan jemaah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Kedatangan jemaah kloter 11 di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (15 Juni) sore menandai berakhirnya fase pemulangan gelombang pertama," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki, dilansir dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026. 

Hingga kepulangan kloter 11, Kemenhaj setempat mencatat sebanyak 4.294 haji dan petugas asal Debarkasi Padang telah tiba di Tanah Air. Artinya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama Kemenhaj tinggal menunggu atau melayani tiga kloter lainnya untuk merampungkan kepulangan seluruh jemaah haji musim 1447 Hijriah.
 


"Dari total 14 kelompok terbang yang dilayani Debarkasi Padang tahun ini, sebanyak 11 kloter dipulangkan melalui fase pertama dengan rute Jeddah-Padang," ujar dia.

Pada kesempatan itu, ia menyebutkan tiga kloter lainnya kini masih berada di Arab Saudi. Mereka akan dipulangkan ke Indonesia melalui fase gelombang kedua dengan rute Madinah-Padang dalam beberapa hari ke depan.

"Tiga kloter yang tersisa masih berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah," ucapnya.


Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol


Kloter 11 merupakan gabungan jemaah haji dari empat daerah berbeda, yakni 207 asal Kabupaten Pesisir Selatan, 83 dari Kabupaten Dharmasraya, 90 orang asal Kabupaten Sijunjung serta empat haji asal Kota Padang.

Ia membenarkan seorang haji yang tergabung dalam kloter 11 asal Kabupaten Pesisir Selatan atas nama Imam Kanapi Imam Qodir (81) wafat di Kota Makkah. Almarhum meninggal karena syok kardiogenik yang dialaminya.

(Silvana Febiari)