Ekonom Chatib Basri saat berada di Istana Kepresidenan. Foto: Antara.
Chatib Basri Beberkan Isi Pembicaraan dengan Presiden Prabowo
Anggi Tondi Martaon • 9 June 2026 21:18
Jakarta: Ekonom Chatib Basri membeberkan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Eks Menteri Keuangan (Menkeu) itu menyebut pertemuan fokus membahas soal perekonomian Indonesia.
"Ini kita bahas soal ekonomi kok," kata Chatib dikutip dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Chatib menyampaikan, pertemuannya juga dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menegaskan tidak ada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Chatib menegaskan tidak ada pembahasan soal perombakan Kabinet Merah Putih dalam pertemuan tersebut. Terutama tawaran menjadi Menkeu.
"Nggak ada (tawaran jadi Menkeu)," ujar Chatib.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memanggil sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sore. Beberapa tokoh yang dipanggil yaitu Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin.
.jpg)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Pemanggilan tersebut dilakukan di tengan maraknya isu perombakan Kabinet Merah Putih, khususnya mengenai posisi Menkeu yang saat ini diisi Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya menyatakan tetap melanjutkan jabatannya sebagai bendahara negara sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. "Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita," kelakar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Purbaya mempertanyakan asal muasal rumor yang menyebutkan pengunduran dirinya dari kursi Menteri Keuangan. Ia berasumsi isu tersebut disebarkan untuk memengaruhi sentimen pasar. Namun, ia menegaskan masih menjalankan tugas dan tanggung jawab otoritas fiskal seperti biasa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan di tengah isu yang beredar mengenai kemungkinan pengunduran diri Purbaya Yudhi Sadewa.
Prasetyo mengatakan pemerintah saat ini justru fokus memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan nasional.