Presiden Prabowo Ajak Jerman Berperan Aktif Jaga Stabilitas Global

Presiden RI Prabowo Subianto. Dok. Tangkapan Layar

Presiden Prabowo Ajak Jerman Berperan Aktif Jaga Stabilitas Global

Achmad Zulfikar Fazli • 15 June 2026 14:37

Jakarta: Presiden RI Prabowo Subianto mengajak Pemerintah Jerman memainkan peran lebih aktif dalam diplomasi internasional. Diplomasi ini dinilai penting untuk memastikan perdamaian dan stabilitas global di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.

"Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan," ujar Presiden Prabowo dalam pidato saat menerima kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 15 Juni 2026.

Prabowo menegaskan penguatan serta keberlanjutan kemitraan antara Indonesia dan Jerman menjadi prioritas utama. Dia menilai kunjungan kenegaraan Presiden Jerman kali ini memiliki arti sangat penting sekaligus menjadi indikator penguat hubungan bilateral yang baik antara kedua negara.

"Saudara-saudara sekalian, saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan Eropa," tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta. Dok. Tangkapan Layar

Baca Juga: 

Indonesia-Jerman Sepakat Perkuat Kemitraan di Bidang Ekonomi hingga Ketenagakerjaan

Menurut dia, momentum pertemuan ini juga berfungsi sebagai agenda awal dalam menyambut peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman yang jatuh pada 2027. Selain isu perdamaian global, Indonesia mendorong penyelesaian substansial terkait perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).

Pemerintah Indonesia berharap Jerman dapat terus menjalankan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa. Sehingga, perjanjian itu segera memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha.

(Achmad Zulfikar Fazli)