Jaringan Sosial Modal Penting Mahasiswa Setelah Lulus Perguruan Tinggi

Ilustrasi wisuda. Dok Medcom.id

Jaringan Sosial Modal Penting Mahasiswa Setelah Lulus Perguruan Tinggi

Arga Sumantri • 7 September 2026 22:47

Jakarta: Jaringan sosial jadi salah satu faktor penting yang harus dikembangkan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi. Jaringan sosial hanya bisa dirawat lewat proses yang berkelanjutan.

Pesan ini disampaikan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto dalam kegiatan Pelepasan Wisuda ke-141 di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution UIN Jakarta pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini diikuti 449 calon wisudawan program sarjana dan magister.

"Jaringan sosial itu penting, maka dikelola dengan baik, disayang, dipelihara. Jangan tiba-tiba hanya ingin hasil akhirnya, hasil instan. Jadilah sarjana penuh keteladanan, berpikir, bergerak, bermanfaat bagi bangsa," ujar Gun Gun, Senin, 7 September 2026.

Para calon wisudawan berasal dari delapan Program Studi (Prodi) yang terdiri atas 105 mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 84 mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 76 mahasiswa Manajemen Dakwah, 36 mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), 40 mahasiswa Kesejahteraan Sosial, serta 83 mahasiswa Jurnalistik. Sementara itu, ada sembilan mahasiswa dari jenjang Magister KPI dan 16 orang dari Magister Manajemen Dakwah.

Wisudawan Berprestasi

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada wisudawan berprestasi akademik dan nonakademik dari masing-masing Prodi.

Pada kategori akademik, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Septi Rizqiana dari  Prodi KPI dengan  IPK 3,93; Raudhatul Ikrimah dari Prodi BPI dengan IPK 3,96; Nurma Maulida dari Prodi Manajemen Dakwah dengan IPK 3,95; Cesta Izzati Ukrana dari Prodi PMI dengan IPK 3,85;  Gendis Nastiti dari Prodi Kesejahteraan Sosial dengan IPK 3,96; dan Amalia Vilistin dari Prodi Jurnalistik dengan IPK 3,90.

Sementara itu, pada jenjang magister, Panji Putrawan Islam menjadi wisudawan terbaik Prodi Magister KPI dengan IPK 3,75, dan Al Kahfi sebagai wisudawan terbaik Prodi Magister Manajemen Dakwah dengan IPK 3,93.

Pelepasan Wisuda ke-141 FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dok Istimewa.

Penghargaan juga diberikan kepada wisudawan berprestasi nonakademik, yaitu Syifa Nur Rohmah dari Prodi BPI; serta Nasywa Maura Wilona, Mohamad Firhan Akbar, Nasywa Fawwaz Akhdam, Elsa Apriliani, Gita Miftahul Janah, Moh. Assadel Zulfi Baihaqi, dan Teja Amhar Padillah dari Prodi Kesejahteraan Sosial.

Gendis Nastiti dari Prodi Kesejahteraan Sosial ditetapkan sebagai wisudawan terbaik fakultas dengan IPK 3,96 dan predikat Cum Laude. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat sebagai mahasiswa terbaik tingkat fakultas.

Gendis berpesan kepada para mahasiswa agar tidak takut untuk memiliki dan mengejar mimpi. Menurutnya, pencapaian akademik tidak terlepas dari doa orang tua, kemauan untuk terus belajar, serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

"Semua ini nggak akan bisa tanpa belajar dan harus yakin dengan diri sendiri kalau kita itu bisa," ungkap Gendis.

Pelepasan wisuda ke-141 juga diisi dengan sesi alumni berbagi inspirasi dan motivasi bertajuk Level Up Your Knowledge, Level Up Your Career.

Sesi tersebut menghadirkan Suharjo Nugroho, alumni Prodi KPI yang saat ini berprofesi sebagai dosen vokasi Universitas Indonesia. Sesi ini menjadi ruang bagi para calon wisudawan untuk memperoleh gambaran mengenai pengembangan kapasitas diri serta persiapan perjalanan karier setelah menyelesaikan pendidikan di FDIKOM.

Selanjutnya, sharing session oleh dua mahasiswa FDIKOM yang menjadi delegasi dalam Hiroshima Orizuru Fellow 2026, yaitu Farah Nur Azizah mahasiswa Prodi Magister KPI dan Siti Hayati Nufus mahasiswa Prodi Magister Manajemen Dakwah. Dalam sesi ini, keduanya membagikan pengalaman selama mengikuti program sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring internasional.

Selanjutnya, Pusat Karier UIN Jakarta memberikan sosialisasi tracer study. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penelusuran dan pendataan perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Kegiatan pelepasan wisuda ke-141 ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan retro band dari Lembaga Otonom (LO) Komunitas Kreasi dan Seni Musik (Kontras).

(Arga Sumantri)