Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Kebajikan

Menteri Agama Nasaruddin Umar. ANTARA/HO-Kemenag

Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Kebajikan

Achmad Zulfikar Fazli • 31 May 2026 10:59

Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E, sebagai momentum memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Tema Waisak 2026 yang mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” relevan dengan kondisi dunia saat ini. Menurut Menag, Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan, tetapi menjadi pedoman hidup yang menuntun manusia untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Menag dalam pesan Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 31 Mei 2026.

Menag menjelaskan semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu. Oleh karena itu, nilai cinta kasih menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan kehidupan dunia.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, tenang, dan penuh khidmat.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ujar Menag.

Jelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE, ratusan umat Buddha dari berbagai daerah mengikuti prosesi Pindapata di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 30 Mei 2026 (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Baca Juga: 

Umat Buddha Jalani Prosesi Pindapata Waisak 2570 BE di Candi Mendut

Menurut dia, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Oleh karena itu, kehidupan beragama harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Menag.

Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia.

(Achmad Zulfikar Fazli)