Lempar jumrah, Dok: Metro TV/Renggi Putrima
Armuzna Tuntas, Wamenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina
Lukman Diah Sari • 30 May 2026 21:22
Makkah: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah tuntas. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani telah meninggalkan Mina.
Hal tersebut disampaikan Wamenhaj saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jemaah haji Indonesia di Mina, Makkah, pada Sabtu, 30 Mei 2026, yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
“Hari ini adalah keberangkatan jamaah haji yang melakukan nafar tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin eamaah nafar awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik nafar awal maupun nafar tsani, sudah tuntas,” kata Dahnil, melansir Antara.
Wamenhaj menegaskan, per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina. Seluruh tenda jemaah haji Indonesia di Mina juga sudah kosong dan tidak ada jemaah yang tertinggal.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (tiga dari kiri) melambaikan tangan saat melepas jamaah haji Indonesia yang meninggalkan Mina dan akan kembali ke tempat penginapannya di Makkah, Sabtu. (ANTARA/HO-Kemenhaj)
Menurut dia, secara umum fase Armuzna tahun ini telah dilalui dengan baik. Ia menyebut terdapat sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Meski demikian, Wamenhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar Wamenhaj.
Atas nama Kemenhaj, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia apabila selama fase puncak Armuzna masih terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan.
“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” jelas Dahnil.
Wamenhaj Apresiasi Jemaah dan Petugas Haji
Wamenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan dengan tertib selama berada di Mina, serta kepada seluruh petugas yang telah mendedikasikan diri dalam melayani jamaah.“Sekali lagi, terima kasih untuk jamaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” kata Wamenhaj. Dahnil menambahkan, setelah fase Armuzna selesai, penyelenggaraan ibadah haji akan memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pada fase ini, ia meminta seluruh petugas tetap bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga pelayanan di hotel-hotel jemaah, serta tetap mengedepankan sikap simpatik dan empatik.
“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jamaah,” ujar Dahnil.
Wamenhaj juga mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap tertib selama menunggu jadwal kepulangan. Jemaah diminta menjaga kondisi kesehatan dan tidak berlebihan melakukan aktivitas di luar hotel.
“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jamaah, juga kepada seluruh jamaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pesan Dahnil.