Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Jimly Soroti Kesenjangan Umat Islam: Jumlah Berkembang, Ilmu dan Ekonomi Tertinggal
Arbida Nila Hastika • 27 May 2026 16:47
Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, menyoroti kesenjangan antara kuantitas dan kualitas umat Islam. Jumlah umat muslim yang terus berkembang pesat, belum diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kita ini ada problem disparitas kuantitas dan kualitas,” ujar Jimly usai melaksanakan salat Iduladha di lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Jimly mengatakan umat Islam diprediksi menjadi umat beragama terbesar paling lambat pada 2070. Bahkan, jumlahnya bakal melampaui jumlah umat Kristen, Katolik, serta Protestan dan Ortodoks.
“Artinya, secara kuantitas kita ini terus berkembang. Tapi kualitasnya, penguasaan ilmu pengetahuan, penguasaan ekonomi masih ketinggalan,” ujar dia.

Suasana salat iduladha di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta. Metro TV/Arbida
Baca Juga:
Momen Iduladha, JK Harap Situasi Gaza semakin Membaik |
Hal senada disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Din yang bertindak sebagai khatib salat Iduladha menyinggung berbagai persoalan sosial yang menggerus kualitas umat Islam.
“Dan inilah yang kita hadapi sekarang ini, berbagai bentuk kemungkaran tidak hanya kultural seperti merajalelanya korupsi, merajalelanya pergaulan bebas, merajalelanya narkoba tidak hanya di kalangan remaja, bahkan di kalangan orang-orang tua dan berbagai bentuk kemungkaran lain,” ujar Din.
Din menegaskan umat Islam harus tampil dan bangkit menampilkan peran kebangsaan dalam menyelamatkan Indonesia dari segala persoalan kemungkaran.
“Jangan berkonflik, jangan bertikai karena kalian akan gagal dan kewibawaan, kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang,” ujar Din.