Riset Kesehatan Berbasis Teknologi Dinilai Semakin Penting di Era Modern

Ilustrasi Pexels

Riset Kesehatan Berbasis Teknologi Dinilai Semakin Penting di Era Modern

Deny Irwanto • 9 May 2026 22:28

Jakarta: Perkembangan dunia kesehatan global kini bergerak menuju pendekatan yang lebih preventif dan prediktif. Inovasi berbasis riset menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan, terutama di tengah meningkatnya penyakit kronis dan kebutuhan layanan kesehatan yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Sebagai upaya mendukung lahirnya inovasi kesehatan berbasis sains, Prodia Education and Research Institute (PERI) menghadirkan Prodia Science Award 2026. Ajang penghargaan ilmiah ini menjadi wadah apresiasi bagi peneliti, akademisi, dan klinisi Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang biomedis.

"PERI bersama Prodia berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Ketua Dewan Pengurus PERI, Endang Hoyaranda, dalam keterangan pers dikutip, Sabtu, 9 Mei 2026.

Endang menjelaskan kegiatan ini menyoroti pentingnya kemampuan memprediksi risiko kesehatan melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi modern, seperti analisis biomarker, big data, hingga artificial intelligence. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak dini.

Puncak acara digelar di Prodia Tower, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 undangan yang terdiri dari dekan fakultas kedokteran, akademisi, peneliti, klinisi, hingga jajaran manajemen Prodia Group dan PERI.


Suasana Prodia Science Award 2026 di Prodia Tower, Jakarta Pusat. Dokumentasi/ istimewa.

"Lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik, dimana riset, inovasi, dan kolaborasi menjadi pondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia," jelas Endang.

Sementara Founder dan Komisaris Utama Prodia sekaligus Chairman PERI, Andi Wijaya, turut membagikan perjalanan Prodia selama lebih dari lima dekade dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai inisiatif ilmiah, publikasi jurnal, hingga pembentukan sister company yang mendukung ekosistem kesehatan dan inovasi biomedis di Indonesia.

Acara ini juga menghadirkan keynote speaker Dewi Muliaty yang membawakan materi mengenai perkembangan industri biomedis dan pentingnya inovasi berbasis riset dalam membangun sistem kesehatan masa depan yang lebih presisi dan berkelanjutan.

Sebagai bagian utama dari rangkaian acara, turut diumumkan tiga pemenang dari berbagai institusi di Indonesia yang telah melalui proses seleksi dan penjurian ketat. Para pemenang memperkenalkan inovasi riset biomedis yang dinilai memiliki potensi implementasi nyata dalam mendukung perkembangan layanan kesehatan nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)