BMKG: Papua Pegunungan Siaga Hujan Lebat hingga 24 Agustus

Logo BMKG. Foto: Dok BMKG.

BMKG: Papua Pegunungan Siaga Hujan Lebat hingga 24 Agustus

Lukman Diah Sari • 20 August 2026 11:17

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Papua Pegunungan, periode 21-24 Agustus 2026. Selain itu, belasan daerah lainnya diminta waspada potensi angin kencang.

Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masuk musim kemarau, BMKG mencatat adanya dinamika atmosfer lokal yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Selain status Siaga di Papua Pegunungan, potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua.

Sementara itu, ancaman angin kencang diproyeksikan melanda 15 wilayah, yakni:
  1. Bengkulu
  2. Riau
  3. Banten
  4. Jawa Barat
  5. Kalimantan Barat
  6. Gorontalo
  7. Sulawesi Tengah
  8. Sulawesi Selatan
  9. Sulawesi Barat
  10. Maluku
  11. Maluku Utara
  12. Nusa Tenggara Timur (NTT)
  13. Papua Barat Daya
  14. Papua Barat
  15. Papua Selatan.

Dinamika Cuaca dan Pengaruh El Nino

BMKG menjelaskan pada periode Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026, curah hujan di Indonesia berada dalam kategori rendah hingga menengah (0–150 mm/dasarian). Kondisi hujan terbatas ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang mengurangi suplai uap air dan mempertahankan kondisi atmosfer yang relatif kering.


Ilustrasi seorang warga sedang berpayung ditengah hujan lebat. BMKG menyebutkan Sumatera Utara sepekan ke depan masih berpotensi diguyur hujan. ANTARA/HO-

Kendati demikian, dukungan gelombang atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua, yang berpadu dengan Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, memicu pertumbuhan awan-awan hujan konvektif secara lokal di sejumlah titik.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Menghadapi kondisi cuaca yang kering namun berpotensi diselingi cuaca ekstrem lokal, BMKG menyampaikan beberapa imbauan penting bagi masyarakat:
  • Antisipasi Cuaca Panas: Gunakan tabir surya atau pelindung saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari serta pastikan kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

  • Waspada Kekeringan dan Karhutla: Hemat penggunaan air bersih serta dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, khususnya di kawasan rawan seperti lahan gambut, hutan, dan semak belukar.

  • Waspada Dampak Cuaca Ekstrem: Waspadai potensi dahan atau pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, hingga sambaran petir saat hujan lokal terjadi. Hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh.

(Lukman Diah Sari)