Dua Penjaga Perdamaian Tewas dalam Penyergapan di Sudan Selatan

Pasukan Perdamaian PBB jadi korban serangan di Sudan Selatan. Foto: Newswire

Dua Penjaga Perdamaian Tewas dalam Penyergapan di Sudan Selatan

Fajar Nugraha • 25 August 2026 09:18

Juba: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan pada Senin 24 Agustus 2026 bahwa dua personel penjaga perdamaiannya tewas dan tujuh lainnya terluka dalam sebuah penyergapan di Sudan Selatan.

Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyasar personel dari Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS), namun tidak memberikan rincian segera mengenai pelaku atau lokasi spesifik serangan.

Selain itu, insiden ini menyoroti tantangan keamanan berat yang dihadapi misi internasional dalam upaya melindungi warga sipil dan mendukung inisiatif perdamaian di seluruh negeri.

“PBB sedang menyelidiki secara aktif situasi seputar serangan tersebut dan mengevaluasi kondisi keamanan di wilayah yang terdampak,” ujar Dujarric, seperti dikutip Voice of Emirates, Selasa 25 Agustus 2026.

“Selain itu, serangan ini mencerminkan meningkatnya bahaya yang dihadapi personel penjaga perdamaian yang beroperasi di zona konflik, yang ditandai dengan maraknya kelompok bersenjata dan kondisi keamanan yang tidak stabil,” imbuh Dujarric.

“Oleh karena itu, PBB menegaskan kembali perlunya perlindungan mendesak bagi personel penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat internasional,” tegas Dujarric.

Mandat PBB dan Seruan Internasional

Sementara itu, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penyergapan tersebut, dan motif spesifik di balik serangan itu belum dapat dipastikan.

Dibentuk pada tahun 2011 setelah kemerdekaan Sudan Selatan, misi PBB ini memiliki tugas untuk melindungi warga sipil, melaksanakan perjanjian damai, dan menangani kebutuhan kemanusiaan. Akibatnya, serangan ini menjadi salah satu insiden keamanan paling menonjol yang melibatkan personel misi dalam beberapa waktu terakhir.

Pada akhirnya, menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian tetap menjadi hal yang vital bagi keberlanjutan upaya stabilisasi internasional di Sudan Selatan.

PBB harapkan pengungkapan rincian serangan dan identifikasi pihak yang bertanggung jawab akan sangat penting demi menjaga kelancaran operasi kemanusiaan dan keamanan di wilayah tersebut.

(Fajar Nugraha)