Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Foto: Metrotvnews.com
Belasungkawa Dubes Australia Terkait Gugurnya Peacekeeper Indonesia di Lebanon
Fajar Nugraha • 21 August 2026 16:39
Sentul: Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
“Hari ini, kita memberikan penghormatan atas keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan para penjaga perdamaian dalam menghadapi situasi keamanan yang semakin kompleks,” ujar Brazier di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia (PMPP) di Sentul, Jawa Barat, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Brazier, pengorbanan para penjaga perdamaian menunjukkan pentingnya peran mereka dalam menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil di wilayah konflik.
"Serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dan pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional," kata Brazier.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam insiden serangan di Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026.
Brazier hadir bersama perwakilan negara-negara MIKTA di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia (PMPP).
MIKTA merupakan forum kerja sama lintas kawasan yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kelima negara tersebut disebut sebagai negara yang dapat aktif dan berpengaruh dalam mendorong kerja sama multilateral.
Sebagai Ketua MIKTA tahun ini, Australia sebut akan berkomitmen bekerja sama dengan negara-negara anggota lainnya untuk mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional serta memperkuat sistem kemanusiaan global.
(Razaqa Hariz)