BMKG Prediksi Cilacap Alami Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus 2026

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

BMKG Prediksi Cilacap Alami Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus 2026

Media Indonesia • 30 March 2026 15:06

Cilacap: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan masa pancaroba di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, mulai berlangsung pada April hingga Mei 2026. Setelah itu, akan memasuki musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari kondisi normal.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Mei 2026. Ia mengungkap, curah hujan pada periode tersebut diprediksi lebih rendah dibandingkan rata-rata tahunan.

"Tahun ini kemarau diprakirakan lebih kering dari biasanya, sehingga perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Teguh, Senin, 30 Maret 2026.

Ilustrasi kemarau. Foto Freepik

Menurut Teguh, durasi kemarau tahun ini juga diperkirakan cukup panjang, yakni berkisar antara 140 hingga 180 hari. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, terutama daerah yang selama ini rawan kekurangan air.

Sejumlah wilayah seperti Binangun dan Nusawungu diprediksi akan lebih awal memasuki musim kemarau, bahkan sejak awal Mei. Adapun puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi kemarau yang lebih kering dapat berdampak pada ketersediaan air bersih serta sektor pertanian. Oleh karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air.

“Sementara itu, pada masa pancaroba yang berlangsung April hingga Mei, kondisi cuaca cenderung tidak menentu. Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta rutin memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelas dia. (MI/LD)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)