Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Korondoda, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Karhutla di Tojo Una-Una Menyambar Lahan Warga, BNPB Pastikan Api Padam
Lukman Diah Sari • 21 September 2026 13:40
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 20 September 2026, berhasil dipadamkan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan karhutla tersebut menghanguskan total dua hektare lahan warga di dua lokasi berbeda.
"Kebakaran pertama kali diketahui warga pada Minggu siang dari munculnya kepulan asap dan api di area hutan yang kemudian merambat cepat ke lahan masyarakat," kata Berton, melansir Antara, Senin, 21 September 2026.
"Kondisi mutakhir pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan dan kondisi aman terkendali," ujar Berton.
BNPB mengonfirmasi berdasarkan laporan tim lapangan, kondisi terkini di wilayah Desa Buyuntaripa dan Desa Sansarino telah aman terkendali. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi pembentukan titik api baru di tengah musim kemarau.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Korondoda, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-BPBD Sulteng
BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Terlebih, kondisi musim kemarau dan angin kencang saat ini sangat berpotensi memicu meluasnya kebakaran.
Sementara itu, pemerintah daerah diminta untuk terus melakukan pemantauan di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) pemadaman, serta melakukan sosialisasi dan patroli terpadu bersama unsur terkait. Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat dilakukan penanganan dengan cepat.