Tabrakan kapal kargo dengan kapal nelayan Tiongkok di dekat Selat Singapura. Foto: X
Kapal Kargo Raksasa Tabrak Kapal Nelayan di Dekat Selat Singapura
Fajar Nugraha • 21 September 2026 16:06
Singapura: Sebuah kapal pengangkut muatan curah (bulker) dilaporkan bertabrakan dengan kapal nelayan Tiongkok di dekat Selat Singapura.
Insiden itu tampak dari sebuah video yang dibagikan di media sosial setelah kecelakaan terjadi pada Kamis 17 September 2026 lalu.
Dalam video yang direkam dari sudut pandang orang-orang di atas kapal nelayan Luqing Yuanyu 108, terlihat beberapa awak kapal berjalan di sepanjang sisi kapal, mengamati dengan waspada saat kapal bulker bernama First Margaux mendekati mereka dari belakang.
“Kapal pengangkut muatan curah tersebut sedang bertolak dari Singapura pada saat itu,” demikian dilaporkan Channel News Asia, dikutip dari AsiaOne, Senin 21 September 2026.
Saat kapal tersebut mulai mendekat hingga jarak yang mengkhawatirkan, salah satu awak kapal terlihat memberi isyarat kepada seseorang di dalam anjungan -,kemungkinan kapten kapal,- untuk mengarahkan kapal menjauh dari bulker tersebut.
Sementara itu, terdengar suara teriakan saat para awak kapal berusaha memperingatkan orang-orang di atas kapal First Margaux mengenai keberadaan mereka.
Namun, upaya mereka terlambat; haluan First Margaux menghantam sisi kanan (starboard) kapal Luqing Yuanyu 108, dan kepanikan pun pecah.
Air laut dalam jumlah besar membanjiri kapal saat tabrakan menyebabkan Luqing Yuanyu 108 miring, sementara para awak kapal berpegangan erat pada pagar pembatas demi menyelamatkan diri.
Situasi tampak mulai stabil saat video berakhir, meskipun suara teriakan masih terdengar.
“Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.00 saat kapal niaga First Margaux sedang menuju Selat Malaka,” lapor Maritime Executive.
First Margaux adalah kapal pengangkut muatan curah yang membawa muatan dalam jumlah besar; kapal ini sedang meninggalkan area labuh jangkar yang sibuk di sisi timur Singapura dan bergerak ke arah barat.
Luqing Yuanyu 108 dilaporkan berangkat pada waktu yang hampir bersamaan dari area labuh jangkar di dekat Sentosa dan bergerak ke arah selatan.
Tabrakan terjadi sekitar pukul 17.00 saat kedua kapal sedang menuju Selat Malaka, menurut platform media Maritime Executive.
Di platform X, sejarawan maritim sekaligus profesor Campbell University, Salvatore R. Mercogliano, menyoroti bahwa Singapura memiliki "salah satu area lalu lintas paling rumit dan sibuk di dunia".
"First Margaux berada di jalur skema pemisahan lalu lintas yang tepat," ujarnya, merujuk pada sistem rute maritim yang dikelola oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mencegah tabrakan antar-kapal. Namun, kata Mercogliano, kapal curah lainnya bernama Gas Iris sedang memasuki jalur tersebut dari sisi kanan kapal First Margaux, sehingga menimbulkan risiko tabrakan.
Pada saat yang sama, kapal Luqing Yuanyu 108 juga sedang memasuki jalur tersebut, menyebabkan kapal asal Tiongkok itu terjepit di antara dua kapal curah.
"Sedikit saja belokan ke arah port (kiri) sebenarnya bisa menghindari situasi ini, namun ada belokan ke arah starboard (kanan) yang harus dilakukan untuk memasuki wilayah Singapura," pungkas Prof. Mercogliano.