BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Awal 2026

Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Awal 2026

Atalya Puspa • 2 January 2026 12:12

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca signifikan pada awal 2026 akibat kombinasi berbagai gangguan atmosfer. Hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Berdasarkan pemantauan BMKG pada 29–31 Desember 2025, hujan lebat telah terjadi di berbagai daerah, antara lain Ketapang, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bogor, Jawa Barat. Bahkan, hujan dengan kategori sangat lebat teramati di Sambas, Kalimantan Barat, serta Toraja, Sulawesi Selatan, dengan curah hujan harian melampaui 100 milimeter.

BMKG juga memantau perkembangan Siklon Tropis IGGY di Samudra Hindia selatan Jawa. Pada 1 Januari 2026, siklon tersebut tercatat mengalami penguatan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. 

"Kendati demikian, sistem ini masih berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Jumat, 2 Desember 2026.
 


Selain pengaruh siklon tropis, dinamika atmosfer di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi La Niña lemah, seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia, serta aktivitas gelombang ekuator. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah.

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi angin. Kondisi serupa diprediksi terjadi di Perairan Barat Aceh hingga Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Fenomena ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan di wilayah-wilayah terdampak.

Dari sisi kelautan, tinggi gelombang kategori tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, diprakirakan terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, serta perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur. BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Untuk periode 2–4 Januari 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa.

Adapun pada periode 5–8 Januari 2026, hujan lebat berpotensi melanda Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan. Angin kencang juga diprediksi terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi. Informasi cuaca dan peringatan dini diminta terus dipantau melalui kanal resmi BMKG, baik situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)