Truk mengalami rem blong dan menabrak pengguna jalan dan warung di Cirebon. (Metrotvnews.com/Rofahan)
Tragedi Truk Cirebon, Anak Ini Kehilangan Keluarga dan Kaki Kanannya
Ahmad Rofahan • 15 July 2026 19:34
Cirebon: Musibah kecelakaan yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral di Jalan Raya Cirebon–Kuningan, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, meninggalkan duka yang mendalam.
Lovannya Evelyn Kautsar, 10, anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kini menjadi satu-satunya yang selamat dalam peristiwa nahas tersebut. Kecelakaan itu merenggut nyawa ayah, ibu, serta adiknya yang masih bayi. Tidak hanya harus kehilangan seluruh keluarga intinya, Lovannya juga harus merelakan kaki kanannya diamputasi akibat cedera yang sangat parah.
Ketua Tim Kerja Evaluasi Pelayanan dan Sarana Prasarana Medis RSD Gunung Jati Cirebon, dr. Ika Komala, menjelaskan bahwa seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit pascakejadian. Sang ibu dan bayi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke ruang jenazah. Sementara itu, ayah dan Lovannya masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat tiba di rumah sakit.
"Tim medis sempat memberikan penanganan kepada ayah korban di IGD selama kurang lebih satu jam. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia," ujar Ika, Rabu, 15 Juli 2026.
"Kondisi bagian bawah kaki korban mengalami kerusakan yang sangat parah hingga mendekati lutut. Demi mencegah infeksi dan risiko komplikasi yang lebih besar, tindakan amputasi menjadi pilihan terbaik secara medis," jelas Ika.
Meski mengalami luka yang sangat serius pada bagian kaki, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada cedera berat pada organ dalam tubuh lainnya. Korban hanya mengalami sejumlah luka lecet di wajah dan beberapa bagian tubuh. Saat ini, Lovannya masih terus diobservasi di ruang PICU.

Ruang PICU RSD Gunung Jati Cirebon, tempat Lovannya Evelyn Kautsar dirawat. (metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)
Selain fokus pada pemulihan fisik, pihak rumah sakit juga memastikan akan memberikan pendampingan psikologis. Langkah ini sangat krusial mengingat trauma berat yang harus dihadapi Lovannya setelah kehilangan seluruh keluarganya secara tiba-tiba.
"Psikolog rumah sakit akan melakukan asesmen agar kondisi mental pasien juga menjadi perhatian. Harapannya, saat pulang nanti bukan hanya fisiknya yang membaik, tetapi juga kesiapan psikologisnya," tambah Ika.
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Sebuah truk bermuatan ribuan botol air mineral yang melaju dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon diduga hilang kendali. Truk tersebut kemudian menyapu sejumlah sepeda motor dan menabrak sebuah warung di tepi jalan.