Pakar Lingkungan UI: Longsor Bantargebang Karena Banyak Faktor

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Pakar Lingkungan UI: Longsor Bantargebang Karena Banyak Faktor

Muhamad Marup • 9 March 2026 19:44

Jakarta: Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi mengalami longsor pada Minggu, 8 Maret 2025. Hingga Senin, 9 Maret 2026, sebanyak enam korban ditemukan meninggal dunia.

Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia (UI), Mahawan Karuniasa, mengatakan, longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang disebabkan banyak faktor. Adapun pemicunya karena hujan ekstrem.

"Jadi kalau dari geoteknik landfill, longsor timbunan sampah itu tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal," ujar Mahawan, kepada Metrotvnews.com, Senin, 9 Maret 2026.

Berdasarkan wawancara tersebut, Metrotvnews.com telah merangkum faktor-faktor penyebab longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang. Berikut penjelasannya.

Ketinggian Timbunan

Mahawan menyebut faktor pertama adalah ketinggian timbunan yang sangat besar sehingga gunungan sampah menjadi rentan longsor. Berdasarkan data pada 2025, tinggi timbunan berkisar antara 30-40 meter lebih.

Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi lereng gunungan sampah. Lerengnya curam dan pemadatan tidak optimal, sehingga lereng tidak stabil.

"Karena kan tentu saja tekanan ke lapisan bawahnya semakin kuat, sehingga potensi untuk terjadinya longsor," jelasnya.


Foto Antara


Akumulasi Air

Mahawan melanjutkan, faktor kedua adalah terjadinya akumulasi air di tengah musim hujan. Curah hujan sangat tinggi meningkatkan kandungan air di dalam timbunan sampah, sehingga pori-pori di tumpukan sampah semakin banyak sehingga membuat tumpukan sampah tidak stabil.

Tidak stabilnya struktur tumpukan sampah juga karena terjadinya produksi gas atau proses biodegradasi metana dari sampah yang kalau terperangkap bisa menghasilkan tekanan. Kondisi tersebut diperparah dengan komposisi sampah yang tidak terpilah.

"Sehingga hidrogen sampahnya ada organik, plastik semuanya tercampur jadi satu. Apalagi dengan tadi dengan kondisi basah, maka ini menjadi ada yang melunak sehingga tidak stabil, mudah bergeser dan seterusnya," tuturnya.

Antisipasi Hujan

Mahawan menekankan, TPST Bantargabang sudah seharusnya memiliki sistem drainase untuk mengalirkan air. Hal ini berguna untuk menghadapi kondisi curah hujan yang tinggi.

"Sehingga (air) tidak terperangkap dalam timbunan yang mengakibatkan terganggu stabilitas timbunan sampah itu," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)