BMKG Prediksi Curah Hujan di Sorong Normal November 2026

Ilustrasi hujan. (Dokumentasi/ BMKG)

BMKG Prediksi Curah Hujan di Sorong Normal November 2026

Lukman Diah Sari • 8 October 2026 17:11

Sorong: Stasiun Meteorologi Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong memprakirakan curah hujan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berpotensi kembali normal mulai November 2026. Kondisi ini diprediksi terjadi setelah wilayah tersebut sempat dilanda fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong Ahmad Bisri menjelaskan, fenomena El Nino saat ini memberikan dampak signifikan terhadap berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Sorong dan sekitarnya.

"Saat ini ada gangguan global yang sangat berpengaruh ke Indonesia, khususnya ke Sorong, yaitu fenomena El Nino yang saat ini pada kategori sangat kuat sehingga mengurangi curah hujan yang turun di Sorong," kata Ahmad di Sorong, Kamis, 8 Oktober 2026, melansir Antara.

Menurutnya, kondisi penyusutan curah hujan ini semakin diperparah oleh suhu muka laut di sekitar perairan Sorong yang masih berada pada kondisi netral. Hal tersebut menyebabkan proses penguapan—sebagai salah satu faktor utama pembentuk awan hujan—tidak berlangsung secara optimal.

"Air laut atau suhu muka laut di sekitar kita ini masih tergolong netral, tidak hangat dan tidak dingin sehingga potensi penguapannya kurang," ujarnya.

Ahmad memaparkan, berdasarkan hasil pemantauan curah hujan dalam beberapa bulan terakhir, kondisi saat ini berbanding terbalik dengan pola cuaca normal Kota Sorong yang lazimnya memiliki tingkat curah hujan relatif tinggi.

Meski demikian, data pemantauan cuaca terkini mengindikasikan potensi curah hujan akan berangsur bergerak menuju tren wajar dalam waktu dekat.

"Potensinya ini sampai di November. Di November potensinya sudah mulai menuju normal," katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong Ahmad Bisri saat rilis kondisi cuaca dan penerbangan di Bandara DEO Sorong, Kamis (8/10/2029). ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

Selain memantau curah hujan secara langsung, BMKG Sorong juga terus mengawasi perkembangan cuaca menggunakan instrumen radar cuaca mutakhir yang memiliki radius jangkauan hingga 200 kilometer dari pusat radar.

Dari hasil pemantauan alat tersebut, Ahmad menyebut saat ini sudah mulai terlihat sejumlah titik turunnya hujan di beberapa wilayah Papua Barat Daya, kendati sebaran intensitasnya masih belum merata.

"Kebetulan kami punya radar cuaca ini jangkauannya 200 kilometer, yang bisa mencakup seluruh Papua Barat Daya," tutup Ahmad.

(Lukman Diah Sari)