Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Nepal, 21 Orang Tewas 5 Hilang

Kerusakan akibat terjangan banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok. (Anadolu Agency)

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Nepal, 21 Orang Tewas 5 Hilang

Willy Haryono • 29 September 2026 11:47

Kathmandu: Sebanyak 21 orang tewas, lima orang masih hilang, dan lima lainnya terluka setelah hujan deras selama beberapa hari memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Nepal, termasuk kawasan Kathmandu.

Mengutip dari SANA, Senin, 28 September 2026, Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan bahwa korban luka tengah menjalani perawatan. Sementara itu, operasi pencarian, penyelamatan, dan penyediaan tempat penampungan sementara terus dilakukan.

Banjir dan longsor mengganggu transportasi di sejumlah wilayah serta merusak jalan dan infrastruktur lainnya.

Shah memperingatkan bahwa bahaya belum berlalu dan meminta masyarakat tetap waspada karena hujan deras dan angin kencang masih melanda sejumlah bagian Nepal. Otoritas juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan menghindari perjalanan yang tidak diperlukan.

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal menyatakan hujan lebat hingga sangat lebat pada 24-27 September 2026 berkaitan dengan sistem tekanan rendah di atas Teluk Benggala.

Sedikitnya 747 keluarga terdampak langsung. Sekitar 2.000 orang dari wilayah yang berisiko tinggi terkena banjir dan longsor telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Gangguan Pasokan Listrik

Laporan yang disediakan menyebut banjir mengganggu pasokan listrik sebesar 1.013,2 megawatt melalui jaringan transmisi nasional Nepal.

Banjir juga menyebabkan proyek pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas gabungan 318 megawatt menghentikan operasional setelah menara transmisi runtuh.

Cuaca ekstrem terbaru terjadi sekitar sebulan setelah banjir bandang yang melanda koridor Sungai Bhote Koshi dan Trishuli pada 26 Agustus.

Banjir tersebut berdampak pada Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan sejumlah wilayah di bagian hilir. Bencana menyebabkan korban jiwa serta kerusakan luas terhadap rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas pembangkit listrik tenaga air.

Jumlah korban dalam bencana tersebut berubah secara signifikan seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan. Kementerian Luar Negeri Nepal melaporkan 626 jenazah telah ditemukan dan sekitar 2.400 orang masih belum diketahui keberadaannya hingga 29 Agustus.

Baca juga: Salju Longsor Landa Gunung Himlung Himal di Himalaya Nepal, 10 Orang Hilang

(Willy Haryono)