Benarkah Pertalite Naik Jadi Rp13.500? Simak Penjelasannya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Benarkah Pertalite Naik Jadi Rp13.500? Simak Penjelasannya

Eko Nordiansyah • 28 September 2026 12:10

Jakarta: Isu kenaikan harga Pertalite tengah menjadi perbincangan masyarakat setelah ramai beredar kabar di media sosial yang menyebut bahan bakar minyak (BBM) subsidi tersebut akan naik menjadi Rp13.500 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi dipastikan tetap stabil hingga akhir tahun mendatang.

"Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Sudah, itu deal. Itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegas Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di BSD City, Kabupaten Tangerang, dikutip Senin, 28 September 2026.

Lebih lanjut, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan informasi mengenai adanya kenaikan harga tersebut merupakan informasi palsu. Ia memastikan harga BBM yang berlaku di SPBU Pertamina masih mengacu pada harga yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," ujar Kitty.

Dengan demikian, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Cadangan BBM dijaga hingga 21 hari

Di tengah perkembangan harga minyak global, Bahlil mengatakan pemerintah turut memastikan ketersediaan cadangan BBM nasional tetap terjaga. Pemerintah memastikan cadangan BBM berada pada standar minimal 18 hingga 21 hari.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal 18 sampai dengan 21 hari," tutur dia.

Selain mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah mengadakan kontrak jangka panjang impor dari Rusia sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional Pengiriman minyak dari Rusia tahap pertama telah tiba di Indonesia pada Juli 2026. Sementara itu, pengiriman tahap kedua masih dalam proses pengadaan.

Menurut Bahlil, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga cadangan BBM nasional. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional, pemerintah menugaskan Lemigas melakukan impor minyak dari Rusia.

Harga BBM nonsubsidi ikuti ICP

Berbeda dengan BBM subsidi, Bahlil mengatakan harga BBM non-subsidi akan mengikuti perkembangan harga pasar global, termasuk Indonesian Crude Price (ICP). Menurut dia, kenaikan ICP dapat mendorong kenaikan harga BBM non-subsidi. Sebaliknya, harga dapat dikoreksi apabila ICP mengalami penurunan.

"Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan mendapatkan koreksi," kata Bahlil.

Daftar harga BBM Pertamina hari ini

Melansir informasi resmi PT Pertamina Patra Niaga, berikut harga BBM Pertamina hari ini untuk wilayah Jawa dan Bali:
  • Pertalite (BBM subsidi): Rp10.000 per liter.
  • Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter.
  • Pertamax Green (RON 95): Rp19.150 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter.
  • Dexlite (CN 51): Rp23.700 per liter.
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 per liter. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)