BNPB: Kebakaran Lahan di Dekat Perum Griya Ungaran Padam

Petugas gabungan memadamkan lahan yang di lalap si jago merah di Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (22/9) . (BPBD Kabupaten Pemalang)

BNPB: Kebakaran Lahan di Dekat Perum Griya Ungaran Padam

Lukman Diah Sari • 30 September 2026 14:53

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Api telah berhasil dipadamkan pada Selasa, 29 September 2026.

"Api teridentifikasi pada Senin, 28 September 2026, di dekat Perum Griya Ungaran," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Rabu, 30 September 2026.

Dia mengatakan petugas gabungan yang dipimpin BPBD berhasil menghentikan karhutla di kawasan tersebut. Menurut dia, lahan terdampak kebakaran seluas satu hektare. 

Selain penanganan di Kabupaten Semarang, BNPB menegaskan masih terus memfokuskan pengendalian dan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemadaman di wilayah prioritas dikoordinasikan oleh pemerintah daerah setempat dengan dukungan penuh dari BNPB, TNI, Polri, serta kementerian/lembaga terkait.

Menghadapi ancaman karhutla di puncak musim kemarau, BNPB memantau tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah. Beberapa wilayah terpantau berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di sebagian besar wilayah Sulawesi, Jawa, dan beberapa kepulauan di sekitarnya.

Petugas gabungan memadamkan lahan yang di lalap si jago merah di Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (22/9) . (BPBD Kabupaten Pemalang)

Merespons potensi bencana asap, BNPB meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu siap siaga. Masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam pengawasan wilayah serta penyampaian laporan dini kepada petugas berwenang seperti BPBD.

BNPB menekankan bahwa tindakan cepat untuk mencegah api meluas merupakan langkah paling efektif dalam meminimalkan dampak karhutla serta memelihara lingkungan agar terbebas dari bencana asap.

(Lukman Diah Sari)