Puluhan Rumah di Padang Tertutup Endapan Lumpur Usai Banjir Bandang

Warga Kampung Apa dan Perumahan Luminpark, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah usai diterjang banjir bandang. (Metro TV/ Endy)

Puluhan Rumah di Padang Tertutup Endapan Lumpur Usai Banjir Bandang

Metro TV • 11 October 2026 13:23

Padang: Puluhan rumah warga di Kampung Apa dan Perumahan Luminpark, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, tertutup endapan lumpur usai diterjang banjir bandang. Kini, warga bergotong royong membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur.

Warga terlihat membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang masuk ke dalam rumah. Salah satunya seorang warga bernama Liza Febria. 

“Kondisi rumah sudah dibersihkan,” kata Liza di Padang, Minggu, 11 Oktober 2026. 


Liza mengaku terjebak selama sekitar dua jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh tim SAR. Ia bersama warga lainnya mengungsi ke masjid untuk menyelamatkan diri.

“Ibu terjebak dua jam sampai ada tim sekitar yang menyelamatkan kami untuk bisa keluar dari banjir,” ujarnya 

Liza mengungkap, banjir datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda yang diketahui warga. Ia juga mengeluhkan sirene sistem peringatan dini banjir (warning system) yang terpasang di wilayah tersebut tidak berbunyi ketika air mulai menerjang.

“Banjir itu datang, sirene tidak berbunyi. Jadi, kami fokus ke sirene. Airnya tiba-tiba datang,” ungkapnya.

Menurut Liza, tidak adanya peringatan membuat warga tidak memiliki cukup waktu untuk bersiap menyelamatkan diri. Akibatnya, banyak warga yang tinggal di kawasan tersebut terjebak ketika banjir datang.

“Tidak ada tanda-tanda banjir, makanya banyak yang terjebak. Yang tinggal di sini terjebak semua,” katanya.

Padahal, sistem peringatan dini yang dipasang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seharusnya memberi peringatan kepada warga ketika terjadi peningkatan debit air di bagian hulu. Keluhan tersebut menjadi perhatian penting untuk mengevaluasi fungsi perangkat peringatan dini agar dapat bekerja optimal saat bencana terjadi.


Sistem peringatan dini banjir (warning system) yang terpasang di Kampung Apa dan Perumahan Luminpark, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (Metro TV/ Endy)


Di lokasi terdampak, ratusan personel kepolisian turut membantu membersihkan rumah dan lingkungan yang tertutup lumpur. Upaya pembersihan dilakukan untuk membantu warga memulihkan kondisi permukiman setelah banjir bandang.

Berdasarkan data terbaru BPBD Kota Padang, banjir bandang berdampak terhadap 200 jiwa di Kecamatan Koto Tangah. Sementara di Kecamatan Kuranji, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 245 jiwa.

Warga berharap bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian, dan kebutuhan bayi segera disalurkan. Mereka juga berharap sistem peringatan dini banjir dievaluasi agar dapat berfungsi dengan baik dan memberikan waktu bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri ketika bencana serupa terjadi kembali. (Endy)

(Silvana Febiari)