Punya Tabungan Emas Digital? Kini Bisa Cetak Emas di ATM

Ilustrasi emas Galeri 24 Pegadaian. Foto: dok Galeri 24 Pegadaian.

Punya Tabungan Emas Digital? Kini Bisa Cetak Emas di ATM

Ade Hapsari Lestarini • 16 October 2026 22:33

Jakarta: PT Pegadaian (Persero) meluncurkan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas yang memungkinkan nasabah mengonversi saldo tabungan emas menjadi emas batangan fisik tanpa harus melalui proses pemesanan dan pencetakan konvensional.

Peluncuran ATM Emas tersebut bertepatan dengan perayaan satu tahun aplikasi Tring!. Salah satu lokasi layanan ATM Emas berada di CP Kebayoran Baru. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah Pegadaian dalam memperluas akses investasi emas sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat, mudah, dan nyaman di tengah meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital.

Melalui ATM Emas, nasabah dapat mengambil emas batangan fisik dengan pilihan denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram, sesuai dengan pilihan yang tersedia pada mesin. Emas batangan tersebut merupakan produk Galeri 24.
 

Cara mengambil emas batangan melalui ATM Emas


Transaksi ATM Emas terintegrasi dengan aplikasi Tring!, sehingga memungkinkan nasabah dapat melakukan proses penukaran saldo emas digital secara mandiri. Prosesnya yakni sebagai berikut:
  1. Pilih menu transaksi pada aplikasi.
  2. Pindai kode QR yang ditampilkan di layar mesin.
  3. Konfirmasi pembayaran.
  4. Masukkan kode unik transaksi sesuai instruksi.
  5. Setelah seluruh tahapan selesai, nasabah dapat mengambil emas batangan fisik langsung dari mesin.

Kehadiran fasilitas ini menjadi alternatif bagi nasabah yang sebelumnya harus melakukan pemesanan pencetakan emas terlebih dahulu dan menunggu proses penyelesaian sebelum mengambil emas di outlet tanpa harus melalui alur pencetakan konvensional.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan, peluncuran ATM Emas merupakan langkah konkret perusahaan dalam membangun ekosistem bulion yang inklusif, modern, dan tepercaya.

"Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir bullion bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia,” ujar Damar, dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2026.


Pegadaian luncurkan ATM Emas. Foto: dok Pegadaian.
 

Ketersediaan emas fisik


Kehadiran ATM Emas juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai ketersediaan emas fisik di balik saldo Tabungan Emas digital. Pegadaian menyatakan menerapkan prinsip rasio 1:1 dalam layanan transaksi emasnya. Artinya, emas fisik tersedia di tempat penyimpanan atau vault Pegadaian sesuai jumlah gram yang ditransaksikan nasabah berdasarkan akad yang berlaku.

Prinsip tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas digital, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam bentuk fisik.

Kepala Departemen Bulion Pegadaian, Erika Nurfitriyani menjelaskan, mekanisme penyediaan emas fisik, tata kelola transaksi, serta peran ATM Emas memperkuat ekosistem bulion nasional.

"ATM Emas merupakan bagian dari pengembangan ekosistem bulion Pegadaian yang menghubungkan kepemilikan emas digital dengan akses terhadap emas fisik. Melalui fasilitas ini, nasabah mendapatkan alternatif yang lebih praktis untuk memperoleh emas batangan sesuai saldo, denominasi, dan ketentuan transaksi yang berlaku," jelas dia.

Selain kemudahan transaksi, Pegadaian menempatkan keamanan aset sebagai prioritas utama. Perusahaan telah meraih sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk layanan kustodi (custody services). Sertifikasi tersebut berkaitan dengan penerapan standar mutu dalam proses layanan kustodi, mulai dari verifikasi penerimaan, pengujian kadar kemurnian emas, administrasi, penyimpanan di dalam vault, hingga pengamanan fisik dan sistem.
 

Pegadaian perluas akses investasi emas di Jakarta


Pelaksana Harian Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Agustina Setiawati, mengatakan kehadiran ATM Emas merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendekatkan layanan investasi emas kepada masyarakat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

"Melalui integrasi dengan aplikasi Tring!, nasabah kini memiliki kendali penuh untuk mengonversi saldo emas digital menjadi emas fisik secara instan. Kami juga memastikan transparansi penuh dengan rasio 1:1 antara kepemilikan emas digital dan fisik yang tersimpan aman di Pegadaian," ujar Agustina.

Menurut Agustina, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemudahan operasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong literasi dan inklusi keuangan berbasis emas.

Pengembangan ATM Emas juga sejalan dengan upaya Pegadaian memperkuat ekosistem bulion nasional. Perusahaan menyatakan bahwa investasi emas, baik fisik maupun digital, dijalankan dengan mengacu pada prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku.

(Ade Hapsari Lestarini)