Ilustrasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/pri.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir Hari Ini, Berikut Daftarnya
Whisnu Mardiansyah • 28 October 2026 06:28
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca buruk pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ancaman cuaca tersebut meliputi hujan dengan berbagai intensitas, hujan petir, gelombang tinggi, hingga banjir rob di kawasan pesisir.
Prakirawan BMKG Zen Putri menjelaskan, kondisi atmosfer yang memengaruhi cuaca di Indonesia berkaitan dengan keberadaan sirkulasi siklonik di perairan utara Aceh dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya. Penjelasan tersebut disampaikan dalam siaran pembaruan informasi cuaca yang diikuti di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah-wilayah sekitarnya," kata dia, seperti dilansir Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
Sirkulasi siklonik tersebut membentuk zona perlambatan dan percepatan angin di perairan utara Aceh, bagian utara Selat Malaka, serta Samudra Pasifik di sebelah utara Papua Barat Daya. Kondisi ini berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Waspadai Awan Kumulonimbus di Jalur Penerbangan
BMKG turut mengingatkan pengguna transportasi udara agar mewaspadai potensi pertumbuhan awan kumulonimbus di sejumlah jalur penerbangan. Keberadaan awan tersebut perlu menjadi perhatian dalam pemantauan kondisi cuaca penerbangan.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi bagian utara Selat Malaka, Laut Natuna Utara, serta Samudra Hindia di sebelah barat Kepulauan Nias hingga Lampung. Potensi pertumbuhan awan kumulonimbus juga diprakirakan terdapat di Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.
Selain itu, kewaspadaan diperlukan di bagian barat Laut Jawa, Samudra Hindia di selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, bagian uUara dan Selatan Selat Karimata, serta Papua dan sekitarnya.
Di Pulau Sumatra, sejumlah wilayah secara umum berpotensi mengalami hujan ringan. Masyarakat di Tanjung Pinang dan Bandar Lampung diminta mewaspadai kemungkinan hujan disertai petir.
Sementara itu, di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan petir berpotensi terjadi di Bandung. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan turun di Semarang dan Yogyakarta.

Adapun Serang, Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Mataram berpotensi mengalami hujan ringan. Untuk Kupang, kondisi cuaca diprakirakan berawan tebal.
Di Kalimantan, Banjarmasin berpotensi dilanda hujan petir. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor, sedangkan Samarinda berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Beranjak ke Sulawesi, hujan ringan berpeluang turun di Mamuju. Makassar dan Manado diprakirakan berawan tebal, sementara Palu dan Gorontalo berpotensi mengalami udara kabur. Adapun Kendari berpotensi mengalami kondisi kabur atau asap.
Di wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Sementara itu, Ternate diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal.
Gelombang hingga 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob
Selain mengingatkan masyarakat terkait cuaca di darat dan udara, BMKG mengimbau nelayan serta pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi. Gelombang dengan ketinggian sekitar 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir juga diminta memperhatikan kondisi pasang air laut dan menyesuaikan aktivitas untuk mengantisipasi potensi banjir rob.
Wilayah pesisir yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau mengikuti informasi cuaca dan peringatan resmi BMKG serta mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di kawasan pesisir.