Petugas menunjukkan rumah korban yang tertimpa longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Lumajang
Bapak dan Anak di Lumajang Tewas Tertimbun Longsor
Whisnu Mardiansyah • 31 October 2026 11:58
Lumajang: Bencana tanah longsor menewaskan dua orang, yakni Imron Rosadi, 40, dan anaknya Hilya, 9. Keduanya meninggal dunia setelah rumah yang ditempati tertimbun material longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.
"Terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah milik Imron Rosadi yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat timbunan longsor dampak dari curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo," kata Isnugroho, seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Desa Tamanayu sejak Jumat siang, 30 Oktober 2026, hingga Sabtu dini hari. Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.10 WIB dan menimpa rumah keluarga Imron.
Namun, warga sekitar belum dapat segera mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan. Kondisi hujan yang masih deras, kabut tebal, serta padamnya aliran listrik membuat proses penanganan awal terkendala.
"Pada pukul 02.10 WIB dikabarkan terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah Imron Rosadi, namun warga sekitar belum berani menuju lokasi kejadian untuk memberi pertolongan karena hujan yang mengguyur masih deras, kabut tebal, dan listrik padam," tuturnya.
Setelah hujan mulai mereda sekitar pukul 04.30 WIB, warga mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi rumah yang tertimpa longsor. Mereka kemudian menemukan Imron dan Hilya dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah.
"Pada pukul 05.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan dan ke pihak desa, kemudian berusaha melakukan evakuasi korban. Kedua korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dilanjutkan prosesi pemakaman di kampung orang tua korban," katanya.
Isnugroho menambahkan aparat keamanan, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membersihkan material longsor. Bencana tersebut merusak sejumlah bagian rumah korban, meliputi dapur, kamar mandi, kamar belakang, dan gudang.
Selain rumah Imron, longsor juga berdampak pada bangunan milik warga di sekitar lokasi. Pagar rumah Soleman roboh dan menimpa rumah korban. Sementara itu, bagian dapur rumah Wardi, tetangga korban lainnya, turut mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.

Petugas menunjukkan rumah korban yang tertimpa longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Lumajang
"Pagar rumah milik Soleman runtuh menimpa rumah korban Imron Rosadi, sedangkan longsor juga menyebabkan kerusakan bagian dapur hingga tertimbun tanah longsor milik Wardi, yang juga tetangga korban," ujarnya.
Menurut Isnugroho, rumah korban berada di bawah tebing yang di bagian atasnya terdapat bangunan milik Soleman. Hujan deras yang berlangsung cukup lama di wilayah Kecamatan Pronojiwo diduga memicu pergerakan tanah hingga menimpa rumah tersebut.
"Diperkirakan panjang titik longsor sekitar 8 meter dengan ketinggian 10 meter yang menimpa bangunan dapur, kamar belakang, kamar mandi rumah korban," katanya.
BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan tebing. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah permukiman di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, yang berada di sisi tebing cukup tinggi.