Pemuda Katolik Tegaskan Komitmen Kolaborasi Bersama Pemerintah

Pengurus Pusat Pemuda Katolik/Istimewa

Pemuda Katolik Tegaskan Komitmen Kolaborasi Bersama Pemerintah

Kautsar Widya Prabowo • 22 November 2025 09:53

Jakarta: Pengurus Pusat Pemuda Katolik menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I tahun 2025 di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 21 November 2025. Ajang konsolidasi itu diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM yang turut dikonselebri 26 pastor moderator dari berbagai Komisariat Daerah (Komda).

Rapimnas I akan berlangsung mulai 21 hingga 23 November 2025 dengan kehadiran pengurus dari 37 Komda seluruh Indonesia. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang turut hadir dalam prosesi pembukaan Rapimnas, mengapresiasi forum ini sebagai ajang konsolidasi organisasi yang penting bagi arah gerakan Pemuda Katolik ke depan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Pemuda Katolik tidak hanya berkutat pada urusan “bintang lima”, tetapi juga turun langsung menangani persoalan “kaki lima” yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu Pemuda Katolik mampu tampil sebagai public religion, komunitas religius yang hadir nyata di tengah kehidupan publik dan ikut menggenapkan kebahagiaan masyarakat.

“Saya berharap Pemuda Katolik terus mengerjakan program-program yang setia terhadap Gereja dan negara,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 November 2025.
 


Raja Juli menyinggung inisiatif penting yang mengemuka dari pertemuan COP30 di Brasil yang ia ikuti beberapa waktu lalu. Salah satunya Tropical Forests Forever Facility (TFFF), sebuah skema pendanaan yang dirancang untuk mendukung negara dan komunitas pemilik hutan tropis.

Ia menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan besar dalam akses pendanaan bagi pengelolaan hutan. Melalui TFFF, diharapkan muncul mekanisme penggalangan dana yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Pemuda Katolik tentu bisa mengambil bagian dalam inisiatif ini,” ujarnya.

Menurut Raja Juli, Kementerian Kehutanan terus mendorong percepatan penetapan hutan adat di berbagai daerah. Raja Juli berharap Pemuda Katolik dapat terlibat aktif dalam mengawal advokasi regulasi, termasuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah terkait penetapan Hutan Adat.

“Untuk hutan adat, rekan-rekan Pemuda Katolik dapat berperan dalam mendorong terbitnya Perda-perda tersebut,” ucapnya.

Pengurus Pusat Pemuda Katolik/Istimewa

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyambut baik arahan yang disampaikan Menteri Kehutanan. Ia menilai gagasan tersebut relevan dan dapat menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam Rapimnas pertama ini.

“Kita akan melakukan monitoring dan evaluasi program, rekonsiliasi komitmen, dan mendorong konsolidasi partisipasi teman-teman di daerah,” ujar Gusma.

Ia menambahkan, kehadiran Pastor Moderator dari 37 Komisariat Daerah juga menjadi kekuatan penting untuk memperkuat komitmen bersama. Forum Rapimnas, kata Gusma, diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi acuan tiap Komda dalam menyusun arah program ke depan.

Gusma menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan. Tidak hanya mengenai hal-hal praktis, tetapi juga isu-isu substantif yang membuka peluang kerja sama dalam berbagai program.

“Dengan begitu, program Pemuda Katolik benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Gusma.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)