Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Metrotvnews.com/Kautsar
Menkes Sebut Balita Raya Bukan Meninggal karena Cacing
Roni Kurniawan • 22 August 2025 19:24
Bandung: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan penyebab kematian Raya, 4, balita asal Sukabumi bukanlah karena cacingan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bahwa balita tersebut meninggal akibat infeksi berat yang sudah menyebar ke seluruh tubuh.
Menurut Budi, infeksi berat yang berada dalam tubuh Raya menyebabkan daya tahan tubuh menjadi sangat lemah. Sehingga mudahnya berbagai penyakit dan bakteri untuk masuk salah satunya cacing yang ditemukan ditubuh bocah tersebut.
"Yang bersangkutan meninggal bukan karena cacingnya. Yang bersangkutan meninggalnya karena infeksi. Infeksinya kita duga bisa karena meningitis, ini masih dugaan, bisa juga karena TBC. Karena yang bersangkutan itu sudah tiga bulan terus-menerus batuk berdahak yang tidak bisa sembuh, sehingga tubuhnya lemah dan bakterinya menyebar ke seluruh tubuh. Dalam istilah kedokterannya disebut sepsis," kata Budi di Unpad Bandung, Jumat, 22 Agustus 2025.
Budi menuturkan, kasus ini seharusnya bisa dicegah jika kondisi kesehatan Raya terdeteksi lebih dini. Budi menambahkan, saat ini pemerintah sedang menjalankan program cek kesehatan gratis secara masif bagi masyarakat, termasuk pemeriksaan TBC dan cacingan.
| Baca: Buntut Kematian Balita Raya, Dedi Mulyadi Minta Seluruh RS di Sukabumi Diaudit Investigatif |
"Nah untuk itu kita memastikan di cek kesehatan gratis ini kan lagi jalan masif, itu dicek tuh TBC, cacing, semuanya dicek. Sehingga kalau ketahuan lebih dini, harusnya tidak kejadian seperti itu. Ini kan sudah sangat terlambat ya," bebernya.
Budi menuturkan bahwa penyakit seperti cacingan maupun TBC sebenarnya bisa diatasi dengan baik jika diketahui sejak awal. Budi menegaskan, obat-obatan untuk penyakit tersebut tersedia secara cukup, murah, dan ampuh.
"Obat cacing itu sangat tersedia, sangat murah, sekali minum bisa beres. TBC kalau ketahuan sejak awal, bisa diobati dan sembuh. Jadi kuncinya adalah deteksi dini," kata Budi.
Sementara itu, Budi mengaku program cek kesehatan gratis yang digagas pemerintah dan didorong oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan 80 juta masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
"Kalau dicek lebih dini, tidak usah sampai meninggal. Itulah tujuan dari program ini, agar masyarakat bisa terlindungi," ungkapnya.