Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Humas Kemenag.
Kemenag Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Gabriella Thesa Widiari • 5 November 2026 17:14
Jakarta: Peringatan Hari Santri 2026 lalu diarahkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan Indonesia. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kiprah dan pengabdian santri harus relevan melintasi zaman.
"Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, tetapi juga berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan bahwa santri masa kini memegang peran penting melalui penguasaan teknologi dan keilmuan. Santri didorong bertransformasi mengisi ruang strategis pembangunan nasional dengan tetap memegang nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Pada 81 tahun kemudian, santri menguatkan negeri lewat ilmu, teknologi, dan akhlak. Itulah semangat santri 2026: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” tegas Kamaruddin.
.jpeg)
Ilustrasi santri. Foto: dok. Kementerian Agama.
Kamaruddin menyoroti dukungan konkret pemerintah terhadap lompatan peran santri di kancah nasional. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penguatan struktur kelembagaan baru di lingkungan Kementerian Agama.
“Bapak Presiden Prabowo membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama lewat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Santri bisa menjadi ulama, bisa menjadi ilmuwan, bisa menjadi pengusaha, hingga pemimpin bangsa, dan negara membuka jalannya,” kata Kamaruddin.