Naik 2 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Insentif Transportasi Nataru Rp883 Miliar

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan

Naik 2 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Insentif Transportasi Nataru Rp883 Miliar

Eko Nordiansyah • 8 November 2026 10:57

Jakarta:  Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp883,4 miliar untuk program stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dan perjalanan wisata selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Anggaran tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi anggaran stimulus pada periode Nataru tahun sebelumnya sebesar Rp387,53 miliar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan peningkatan anggaran tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pemerintah menargetkan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Nataru 2026–2027 dapat mencapai lebih dari 130 juta orang.

“Tahun ini diperkirakan jumlahnya mencapai 127 juta orang. Mudah-mudahan bahkan bisa lebih dari 130 juta orang yang melakukan perjalanan selama musim Nataru,” ujar Dradjad dalam Kick-Off Program Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru 2026–2027 di Sarinah, Jakarta, Minggu, 8 November 2026.

Dradjad menjelaskan, program stimulus transportasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat.

Ia menilai pola konsumsi masyarakat saat ini mulai bergeser. Jika sebelumnya belanja masyarakat lebih banyak diarahkan pada kebutuhan barang, kini pengeluaran untuk transportasi, komunikasi, pariwisata, dan perhotelan juga semakin meningkat.

Karena itu, pemerintah memberikan berbagai insentif dan diskon agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau, khususnya pada momentum libur akhir tahun.


(Kick-Off Program Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru 2026–2027. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan)

Diskon transportasi berlaku untuk empat moda

Program stimulus tersebut diberikan untuk empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara.

Pertama, sektor penerbangan mendapatkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik. Insentif tersebut berlaku untuk periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pembelian tiket telah dapat dilakukan sejak 20 Oktober 2026.

Dradjad menegaskan, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk maskapai dibawah naungan BUMN seperti Garuda Indonesia dan Citilink, tetapi juga maskapai penerbangan lainnya, termasuk maskapai non-BUMN seperti Lion Group.

Kedua, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial di Pulau Jawa dan Sumatera Utara. Diskon berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari satu juta penumpang.

Ketiga, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi di seluruh rute. Program ini berlaku untuk periode perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Keempat, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan pembebasan tarif dasar jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVa di 14 pelabuhan. Insentif tersebut berlaku untuk periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Stimulus diharapkan gerakkan ekonomi daerah

Melalui program tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat meningkat dan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari pariwisata, perdagangan, kerajinan, hingga industri kecil dan rumah tangga.

“Melalui Mobilitas masyarakat ini, ditambah dengan belanja, akan menggerakkan roda perekonomian sampai ke daerah-daerah. Bukan hanya pariwisata, tetapi juga perdagangan, kerajinan, industri kecil, rumah tangga, dan sebagainya,” ujar Dradjad.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini, menggunakan kanal pembelian resmi, serta tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan selama perjalanan.

“Masyarakat dapat merencanakan perjalanan sejak dini, menggunakan kanal resmi, serta mengutamakan keselamatan dan keamanan. Oleh karena itu, Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, kami mengimbau agar perjalanan direncanakan sejak awal sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang,” pungkas Dradjad. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)