Dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang
Alat Berat Dikerahkan Tangani Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang
Daviq Umar Al Faruq • 4 November 2026 09:34
Malang: Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hujan berintensitas tinggi sejak Senin dini hari, 2 November 2026, memicu puluhan titik longsor yang merusak infrastruktur serta permukiman warga.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) hingga Selasa malam, 3 November 2026, bencana ini melanda delapan kecamatan, yakni Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen.
"Hari ini Rabu 4 November 2026 tim ekskavator dan tanki penanganan dan monitoring wilayah Gandusari Tirtoyudo," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga :
Banjir Rendam 23 Desa di Subulussalam
Kerusakan masif juga terjadi di Kecamatan Ampelgading. Banjir setinggi mata kaki merendam 58 rumah di Desa Lebakharjo dengan kerugian sekitar Rp200 juta. Longsor di wilayah ini turut merusak rumah di Desa Sonowangi, Sidorenggo, dan Wirotaman, serta sempat menutup total akses jalan.
"Kondisi saat ini air sudah surut dan akses jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 atau 4, baik dari jalur Sonowangi maupun Puncak Bundu namun masih dalam proses pembersihan," ungkap Sadono.
.jpg)
Dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang
Sementara itu, di Kecamatan Tirtoyudo, longsor merusak tebing sembilan rumah di Dusun Sukomulyo dan jalan di Sumbertangkil. Di wilayah Dampit, longsor menghantam rumah di Kampung Teh Sukodono serta memutus tujuh kilometer pipa air bersih pondok pesantren. Kerusakan juga terpantau di Turen dengan ambrolnya separuh jalan di Jembatan Sanankerto.
Pemerintah Kabupaten Malang terus menggeber penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat dan truk tangki air bersih. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan bencana ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem susulan.