Kondisi pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air usai tergelincir di Bandara Intan Jaya, Sabtu (24/10/2026). (ANTARA/HO-Humas Polda Papua Tengah)
Polisi Selidiki Penyebab Pesawat Asian One Tergelincir di Bandara Bilorai
Whisnu Mardiansyah • 24 October 2026 15:08
Intan Jaya: Polres Intan Jaya, Papua Tengah, menyelidiki insiden tergelincirnya pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air saat mendarat di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Sabtu pagi, 24 Oktober 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua anggota TNI mengalami luka-luka.
Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area bandara untuk mendukung proses penyelidikan.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden tergelincirnya pesawat tersebut, termasuk informasi mengenai ban pesawat yang dikabarkan lepas ketika hendak melakukan pendaratan,” kata Sofian saat dihubungi dari Nabire, seperti dilansir Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pesawat tersebut dipiloti Captain Riza dengan didampingi kopilot Captain Andi. Keduanya membawa delapan penumpang saat pesawat mendarat sekitar pukul 08.30 WIT.
Delapan penumpang itu terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, seorang anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil.
Berdasarkan keterangan awal, pilot mengaku tidak menduga ban pesawat terlepas ketika roda menyentuh landasan. Sejumlah penumpang juga merasakan bunyi disertai hentakan dari bagian bawah pesawat saat proses pendaratan berlangsung.
Pilot kemudian mengarahkan pesawat ke kiri hingga keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke kawasan rawa di sisi landasan.

Pesawat milik PT Asian One Air jenis Cessna 208B dengan nomor registrasi PK-LTF tergelincir di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu, 24 Oktober 2026. Dok Kemenhub
Insiden tersebut menyebabkan pesawat mengalami kerusakan. Dua anggota TNI dilaporkan terluka, yakni Serka Matheus yang mengalami luka di bagian pinggang dan Koptu Johar yang mengalami luka di kepala akibat benturan. Sementara itu, enam penumpang lainnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mendalami informasi awal mengenai kondisi pesawat untuk memastikan penyebab kejadian. Hingga kini, penyebab pasti tergelincirnya pesawat Caravan PK-LTF masih dalam penyelidikan.