Korban Tewas Serangan Bandara King Fahd Bertambah jadi Dua Orang

Ancaman serangan rudal yang diarahkan ke Arab Saudi. Foto: Anadolu

Korban Tewas Serangan Bandara King Fahd Bertambah jadi Dua Orang

Fajar Nugraha • 22 October 2026 16:17

Riyadh: Sebuah serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Serangan ini meningkatkan kekhawatiran keamanan di Arab Saudi menyusul serangkaian serangan terhadap infrastruktur penerbangan dan energi.

Serangan terhadap Bandara di wilayah timur Arab Saudi ini telah menewaskan setidaknya dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Peristiwa ini terjadi di tengah serangkaian serangan terhadap bandara dan infrastruktur energi di kerajaan tersebut, yang memicu kekhawatiran keamanan regional.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (General Authority of Civil Aviation/GACA) awalnya melaporkan satu korban tewas dan delapan orang terluka, seraya menambahkan bahwa kerusakan di bandara tersebut masih dalam penilaian.

Laporan selanjutnya, yang mengutip Kedutaan Besar India di Arab Saudi, menyebutkan bahwa seorang warga negara India termasuk di antara dua korban tewas, sementara dua warga negara India lainnya mengalami luka-luka.

Apa yang terjadi

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi serangan tersebut pada Rabu malam, namun belum dapat segera mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Pihak berwenang menyatakan bahwa tingkat kerusakan material masih dalam proses penilaian.

Layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan adanya pengalihan rute penerbangan menjauhi bandara tersebut pasca-insiden.

“Setelah serangan, operasional bandara telah kembali berjalan dan lalu lintas udara kembali normal,” sebut laporan The Economic Times, seperti dikutip dari Outlook India, Kamis 22 Oktober 2026.

Serangan ini terjadi di tengah ancaman berulang terhadap infrastruktur penerbangan Arab Saudi. Pada 11 Oktober, Arab Saudi melaporkan bahwa Bandara Internasional King Fahd sempat diserang, sementara kelompok Houthi di Yaman mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan balasan atas serangan udara yang dilakukan Arab Saudi di Yaman. Otoritas Arab Saudi maupun kantor berita internasional belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden 21 Oktober tersebut.

Arab Saudi Menghadapi Kekhawatiran Keamanan

Insiden di bandara ini dilaporkan bersamaan dengan serangan lain yang melanda wilayah timur Arab Saudi. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa puing-puing dari sebuah pesawat nirawak (drone) yang berhasil dicegat di ladang minyak Shaybah menewaskan dua pekerja asing dan melukai dua orang lainnya.

Korban mencakup warga negara Nepal dan Filipina yang tewas, sementara warga negara Pakistan dan India dilaporkan mengalami luka-luka.

Perkembangan ini telah memicu kekhawatiran mengenai keamanan pusat transportasi sipil serta infrastruktur energi yang krusial. Amerika Serikat juga memerintahkan staf diplomatik yang tidak bertugas dalam situasi darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, menyusul serangan terbaru dan meningkatnya kekhawatiran keamanan.

Langkah ini menggarisbawahi potensi eskalasi lebih lanjut di seluruh kawasan tersebut. Pihak berwenang belum secara terbuka menetapkan siapa yang melakukan serangan terbaru di bandara itu, sementara penyelidikan serta penilaian kerusakan tetap menjadi fokus utama untuk menentukan dampak keseluruhannya.

(Fajar Nugraha)