Inovasi Drone Berbasis AI Siap Dukung Misi SAR dan Karhutla

Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kemenhut saat meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Banten pada 22-26 September 2026. Foto: ANTARA/HO-

Inovasi Drone Berbasis AI Siap Dukung Misi SAR dan Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 27 September 2026 16:54

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan apresiasi terhadap inovasi EagleEye Tactical SAR System buatan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Penggabungan teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) ini terbukti mampu mengoptimalkan berbagai operasi darurat di lapangan.

"Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi drone dan kecerdasan buatan dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan di lapangan, baik dalam pencarian dan penyelamatan, penanganan karhutla, maupun perlindungan satwa liar," ujar Raja Juli dilansir Antara, Minggu, 27 September 2026.
 


Raja Juli berharap inovasi platform Drone Command Center tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas di berbagai daerah. Khususnya dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyelamatan satwa liar di Indonesia.

Pemanfaatan EagleEye Tactical SAR System bekerja dengan mengintegrasikan penginderaan jauh drone dan analisis AI secara aktual. Sistem ini dapat memantau titik api, ketebalan asap, mengidentifikasi petugas pemadam di lapangan, hingga memetakan keberadaan satwa liar.

Berkat keunggulan fiturnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sukses meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 untuk kategori Pengembangan Drone Militer, SAR, dan Bantuan Bencana.


Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kemenhut saat meraih Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Banten pada 22-26 September 2026. Foto: Kemenhut.

Raja Juli menilai kemenangan tersebut menjadi bukti komitmen Kemenhut dalam memajukan inovasi teknologi berbasis drone dan AI untuk penanganan karhutla, perlindungan satwa, serta bantuan kemanusiaan.

Secara teknis, EagleEye mengintegrasikan dua metode pemrosesan AI, yakni Cloud AI Server untuk analisis berpresisi tinggi dan Local Edge AI Agent untuk mempercepat analisis di area bencana berat yang terisolasi atau minim konektivitas (blank spot).

Sistem canggih ini juga dilengkapi modul pemrosesan citra malam hari berbasis Python, analisis video pasca-penerbangan, serta distribusi alert taktis dengan latensi rendah. Hal ini guna menjamin fleksibilitas operasional tim SAR di lapangan.

(Fachri Audhia Hafiez)