Jenazah Korban KM Virgo Asal Cirebon Teridentifikasi Setelah 15 Hari Pencarian

Pemakaman jenazah Yaya Carya, Korban Virgo Transport asal Cirebon. (Metrotvnews.com/ Ahmad Rofahan)

Jenazah Korban KM Virgo Asal Cirebon Teridentifikasi Setelah 15 Hari Pencarian

Ahmad Rofahan • 29 September 2026 16:41

Cirebon: Keluarga Yaya Carya akhirnya mendapat kepastian setelah 15 hari menanti dalam ketidakpastian. Warga Desa Sigong, Kabupaten Cirebon, yang menjadi korban insiden KM Virgo itu telah teridentifikasi dan jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman.

Anak pertama Yaya, Siti Hanah Sulastri, mengatakan keluarga menerima informasi jenazah ayahnya telah berhasil diidentifikasi sekitar pukul 19.00 WIB, Senin, 28 September 2026.

“Bahagia sekaligus sedih. Alhamdulillah, setelah 15 hari pencarian akhirnya ada titik terang,” ujar Siti di Cirebon, Selasa, 29 September 2026.


Siti menuturkan, jasad ayahnya ditemukan dalam kondisi utuh dan masih mengenakan pakaian yang sama. Jenazah tersebut juga dikenali dari tas pinggang yang masih melekat di tubuh korban.

"Karena di tas pinggang itu, ada hp dan kartu identitas," kata Siti.

Kartu identitas yang ditemukan di dalam tas pinggang menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses identifikasi. “Alhamdulillah, kartu identitas di tas pinggang menjadi salah satu bukti kuat untuk memastikan identitas beliau,” ucapnya.

Selain melalui barang-barang milik korban, proses identifikasi juga dilakukan oleh tim DVI Polda Jawa Barat. 


Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa


Sebelumnya, tim DVI mengambil sampel DNA keluarga Yaya Carya di Desa Sigong untuk dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan. Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut 100 persen identik dengan Yaya Carya.

“Alhamdulillah, hasil identifikasi menyatakan identik 100 persen. Kami akhirnya cukup lega,” ungkap Siti.

Jenazah Yaya tiba di rumah duka pada Selasa pukul 13.30 WIB setelah diterbangkan dari RS Bhayangkara Banjarmasin menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dari bandara, jenazah dibawa menuju rumah keluarga di Desa Sigong untuk dimakamkan.

Kepulangan Yaya disambut suasana haru. Tangis keluarga pecah setelah 15 hari menanti kepastian tentang keberadaan korban.

Jenazah kemudian disalatkan oleh sejumlah warga sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Siti mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, evakuasi, hingga identifikasi korban. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu, terutama tim pencarian dan penyelaman,” tuturnya.

Bagi keluarga, kepastian identitas Yaya menjadi penutup dari rangkaian penantian panjang setelah insiden tenggelamnya KM Virgo Transport.

(Silvana Febiari)