AMPI Didorong Semakin Inklusif Jadi Rumah Besar Anak Muda

Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Zigo Rolanda mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua umum menjelang Munas X AMPI di Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

AMPI Didorong Semakin Inklusif Jadi Rumah Besar Anak Muda

Whisnu Mardiansyah • 29 September 2026 21:42

Jakarta: Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) diharapkan semakin terbuka bagi anak muda dari berbagai daerah dan latar belakang. Organisasi kepemudaan itu didorong menjadi ruang kaderisasi yang memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar, berproses, dan mengembangkan kepemimpinan.

Pengurus DPP AMPI Yogi Nofrizal mengatakan keterbukaan terhadap kader muda menjadi salah satu hal penting dalam keberlanjutan organisasi. Menurut dia, AMPI perlu menyediakan ruang bagi kader dari berbagai daerah untuk mengambil peran dalam organisasi.

“AMPI jangan hanya menjadi ruang bagi kelompok tertentu. AMPI harus menjadi rumah besar kader muda, tempat mereka belajar, berproses, mendapatkan pengalaman dan kemudian mengambil peran lebih besar,” ujar Yogi Nofrizal, Selasa, 29 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X AMPI yang digelar untuk menentukan kepemimpinan organisasi periode 2027–2031. Zigo Rolanda menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum AMPI setelah mengantongi dukungan dari 26 DPD AMPI tingkat I. Jumlah tersebut melampaui persyaratan minimal dukungan 12 DPD.
 


Yogi menilai pengalaman Zigo di tingkat daerah hingga nasional dapat menjadi modal dalam memperkuat konsolidasi organisasi. Zigo sebelumnya merupakan legislator daerah sebelum menjadi anggota DPR RI.

“Zigo ini tumbuh dari bawah. Memulai dari legislator daerah, memahami bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah, kemudian sekarang menjadi legislator nasional. Menurut saya, pengalaman seperti ini sangat relevan untuk memimpin AMPI,” ujar Yogi.

Menurut Yogi, pengalaman di daerah dan tingkat nasional dapat membantu memahami kebutuhan kader sekaligus dinamika politik yang berkembang.

“Dia tahu persoalan daerah karena pernah berada di sana, tetapi sekarang juga memahami bagaimana dinamika politik nasional berjalan. Ini menjadi kekuatan ketika AMPI ingin memperkuat konsolidasi dari pusat sampai ke daerah,” katanya.


Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Zigo Rolanda mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua umum menjelang Munas X AMPI di Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi


Yogi menekankan pentingnya AMPI memberikan kesempatan kepada kader muda untuk berkembang. Ia berharap organisasi tidak hanya menjadi wadah bagi kelompok tertentu, tetapi dapat menampung aspirasi dan potensi kader dari berbagai wilayah.

Keterbukaan tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan proses kaderisasi. Kader muda dapat memperoleh pengalaman organisasi sebelum mengambil peran yang lebih besar di lingkungan Partai Golkar.

Dalam visi pencalonannya, Zigo juga membawa agenda menjadikan AMPI sebagai organisasi yang lebih inklusif dan memperluas ruang kepemimpinan bagi kader muda.

Selain memperluas ruang kaderisasi, Yogi menilai konsolidasi internal menjadi agenda penting setelah Munas. Ia mendorong seluruh kader mengesampingkan sekat kelompok dan memperkuat kerja organisasi.

Yogi berharap proses konsolidasi dapat berjalan bersama dengan upaya memperluas partisipasi anak muda di dalam organisasi. Menurut dia, pengalaman dan mandat kepemimpinan perlu diterjemahkan melalui kerja nyata bagi kader dan organisasi.

“Saya melihat Zigo sangat layak memimpin AMPI. Kedepan adalah bagaimana pengalaman dan mandat itu bersama-sama diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk kader dan organisasi,” kata Yogi.

(Whisnu M)