Lebih dari 321 Orang Berhasil Dievakuasi di Nepal Usai Banjir Bandang

Banjir bandang di Nepal picu ratusan pendaki tertahan. Foto: The New York Times

Lebih dari 321 Orang Berhasil Dievakuasi di Nepal Usai Banjir Bandang

Fajar Nugraha • 13 October 2026 09:44

Kathmandu: Lebih dari 100 pendaki asing terjebak di berbagai lokasi setelah banjir bandang sungai di Nepal tengah pada akhir pekan menghanyutkan jalur pendakian dan jembatan.

Pihak berwenang mengevakuasi 321 orang, termasuk 12 warga asing, pada Senin setelah tanah longsor yang terjadi sebelum subuh di distrik Gorkha -,sekitar 100 km di sebelah barat Kathmandu,- membendung Sungai Budhi Gandaki dan menyebabkan banjir di bagian hilir. Pihak militer menyatakan operasi penyelamatan akan berlanjut pada Selasa 13 Oktober 2026, meskipun ketinggian air sungai telah surut.

Sungai tersebut merupakan anak sungai dari Sungai Trishuli, yang terletak di hilir dari anak sungai lainnya tempat runtuhnya gletser memicu banjir dahsyat pada Agustus yang menewaskan 1.457 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang ini, namun lima penduduk desa kehilangan kontak setelah lumpur hitam pekat dan puing-puing menghanyutkan rumah serta merusak infrastruktur, termasuk tiga pembangkit listrik tenaga air, menurut otoritas penanggulangan bencana nasional.

Bhuwan Raj Ojha, pejabat dari Proyek Kawasan Konservasi Manaslu yang mencakup rute pendakian populer, mengatakan bahwa lebih dari 100 pendaki asing terjebak di berbagai lokasi dan tidak dapat kembali karena sebagian jalur pendakian telah hanyut terbawa arus.

"Para pendaki yang ingin kembali akibat banjir ini perlu dievakuasi. Mereka yang ingin melanjutkan pendakian dapat melakukannya dari lokasi-lokasi yang aman," ujar Ojha dari Gorkha, dikutip dari Channel News Asia, Selasa 13 Oktober 2026.

"Terdapat restoran dan kedai teh di sepanjang rute tersebut. Mereka aman di sana,” imbuh Ojha.

International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menyatakan bahwa banjir terbaru ini kemungkinan dipicu oleh jebolnya bendungan alami sementara yang terbentuk akibat tanah longsor, berdasarkan laporan awal dari otoritas Nepal yang ditinjau oleh ICIMOD.

"Peristiwa ini menjadi pengingat kembali betapa rentannya masyarakat pegunungan dan kawasan sepanjang aliran sungai terhadap bahaya mendadak yang memicu dampak berantai," ujar Pema Gyamtsho, Direktur Jenderal ICIMOD.

"Meskipun upaya penanganan tetap menjadi prioritas utama saat ini, memahami penyebab banjir ini sangatlah penting untuk mengurangi risiko di masa depan serta memperkuat ketahanan,” pungkas Gyamtsho.

(Fajar Nugraha)