Istana Kepresidenan Yaman Diserang Rudal Houthi, Lima Orang Tewas

Seorang anggota Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu

Istana Kepresidenan Yaman Diserang Rudal Houthi, Lima Orang Tewas

Fajar Nugraha • 16 October 2026 08:14

Aden: Lima orang tewas dan 16 lainnya terluka ketika kelompok Houthi menyerang Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden pada Kamis 15 Oktober 2026.

Serangan di ibu kota sementara Yaman itu, dilakukan dengan rudal balistik.

Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan tersebut melibatkan lima rudal balistik, dan beberapa anggota pemerintah berada di dalam istana saat serangan terjadi.

Menteri Kesehatan Yaman, Qassem Buhaibeh menyatakan, melalui platform media sosial Facebook bahwa para korban merupakan penjaga dan pegawai sipil yang bekerja di kompleks kepresidenan tersebut.

Ia menggambarkan serangan itu sebagai "pengulangan dari serangan terhadap pemerintah Yaman di bandara Aden pada Desember 2020."

"Pemerintah akan terus menjalankan tugasnya di tengah masyarakat," ujar Buhaibeh, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 16 Oktober 2026.

Kementerian Informasi menyatakan bahwa Perdana Menteri Shaya al-Zindani beserta anggota pemerintah lainnya dalam keadaan "aman" setelah serangan tersebut.

Pengguna media sosial menyebarkan klip video yang memperlihatkan kepulan asap membubung dari dalam Istana Al-Maashiq.

Kantor berita pemerintah, Saba, juga melaporkan bahwa kelompok Houthi menyerang kawasan permukiman di kota Marib dengan "beberapa rudal balistik."

Sebelumnya, kantor berita tersebut juga menyebutkan bahwa kelompok itu menembaki rumah-rumah warga sipil di area sekitar istana.

Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi juga mengutip sumber militer anonim yang mengonfirmasi bahwa istana tersebut telah menjadi sasaran, namun tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Serangan ini merupakan yang pertama kalinya menyasar istana tersebut sejak pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah yang diakui secara internasional kembali pecah pada Juli.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan melalui Telegram bahwa kelompoknya menargetkan "markas operasi perang Arab Saudi" di Aden, seraya menambahkan bahwa mereka menganggap "setiap kehadiran militer Arab Saudi sebagai target yang sah" untuk diserang.

Yaman telah terperosok dalam konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota negara, Sanaa, pada 2014, yang memaksa pemerintah yang diakui secara internasional untuk meninggalkan ibu kota tersebut.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah pada 2015. Eskalasi saat ini bermula pada bulan Juli setelah gencatan senjata 2022 runtuh.

(Fajar Nugraha)