Influenza A Meningkat, Ini Cara Mencegah Penularannya

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Influenza A Meningkat, Ini Cara Mencegah Penularannya

Ade Hapsari Lestarini • 15 October 2026 21:31

Jakarta: Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza seiring meningkatnya aktivitas virus tersebut di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, aktivitas influenza pada September 2026 berada dalam kategori sedang, dengan Influenza A (H1N1) pdm09 menjadi salah satu subtipe yang dominan ditemukan dalam pemeriksaan surveilans. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa perlu panik.

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, hingga kelelahan. Penularannya dapat terjadi melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Ketika aktivitas penyakit pernapasan meningkat, menjaga kesehatan tubuh menjadi salah satu langkah penting. Istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, menjaga kebersihan tangan, serta menggunakan masker saat sakit merupakan kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.
 

Benarkah daya tahan tubuh memengaruhi risiko influenza?


Kurang tidur, stres berkepanjangan, dan pola hidup yang kurang sehat dapat memengaruhi fungsi tubuh. Namun, influenza tetap terjadi karena infeksi virus, bukan semata-mata karena seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Masyarakat juga kerap menghubungkan keluhan tenggorokan tidak nyaman atau sariawan dengan istilah panas dalam. Istilah ini merupakan sebutan sehari-hari untuk berbagai keluhan, bukan diagnosis medis yang secara langsung menyebabkan influenza.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan gejala yang muncul dan tidak hanya mengandalkan anggapan kondisi tersebut disebabkan oleh panas dalam. Jika gejala memburuk atau tidak membaik, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

Selain menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk, kebersihan rongga mulut juga menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat. Menyikat gigi secara teratur dan menggunakan produk perawatan rongga mulut sesuai petunjuk dapat membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Salah satu produk perawatan adalah obat kumur antiseptik Minosep Extra yang mengandung kandungan ganda Chlorhexidine Gluconate 0,2 persen dan Cetylpyridinium Chloride (CPC) 0,05 persen.

"Kombinasi tersebut digunakan untuk membantu merawat berbagai masalah kesehatan rongga mulut, termasuk sariawan berat, gusi bengkak, dan infeksi gusi," ujar Apoteker Penanggung Jawab QA Minosep Elsy N. Samosir, Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut dia, gargle ini dapat menghempaskan dan menghambat pertumbuhan bakteri ke tenggorokan hidung telinga yang dapat menurunkan imun tubuh manusia.
 

Jangan sembarangan mengonsumsi antivirus


Di tengah meningkatnya perhatian terhadap influenza, masyarakat sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat untuk mencegah infeksi. Obat antivirus seperti oseltamivir memiliki indikasi penggunaan tertentu dan harus digunakan berdasarkan penilaian tenaga medis, bukan diminum secara mandiri untuk berjaga-jaga.

Penggunaan antivirus yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistansi, sehingga obat menjadi kurang efektif ketika dibutuhkan. Hal ini berbeda dengan penggunaan obat kumur antiseptik untuk menjaga kebersihan rongga mulut.

Untuk mengurangi risiko influenza, masyarakat dianjurkan mendapatkan vaksin influenza sesuai rekomendasi, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, serta beristirahat di rumah ketika mengalami gejala. Dengan gargle Minosep, membantu mempercepat penyembuhan symptom flu seperti radang tenggorokan dan batuk.

(Ade Hapsari Lestarini)