PBB memperingatkan 19,2 juta warga Afghanistan berpotensi menghadapi kerawanan pangan akut pada musim dingin. (Anadolu Agency)
PBB: 19,2 Juta Warga Afghanistan Terancam Kelaparan Akut di Musim Dingin
Willy Haryono • 20 October 2026 22:03
Jenewa: Sebanyak 19,2 juta orang di Afghanistan diperkirakan menghadapi kerawanan pangan akut pada musim dingin mendatang akibat kekurangan pendanaan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Juru bicara OCHA di Afghanistan, Olga Cherevko, mengatakan 15,9 juta orang atau hampir sepertiga penduduk Afghanistan menghadapi kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau lebih buruk selama September hingga Oktober.
“Pada musim dingin ini, lima juta orang berpotensi menghadapi tingkat kelaparan akut,” kata Cherevko kepada wartawan di Jenewa.
Ia juga memperkirakan lebih dari empat juta anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun akan membutuhkan perawatan akibat malnutrisi akut pada tahun depan. Dari jumlah tersebut, hampir 1,1 juta anak diperkirakan mengalami malnutrisi akut.
Menurut Cherevko, sekitar sepertiga pusat layanan gizi telah ditutup atau menghentikan sementara pelayanan, sebagian akibat pemangkasan pendanaan.
“Ketika layanan-layanan ini tidak lagi tersedia, dampaknya bisa tidak dapat dipulihkan, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.
Meski curah hujan dan produksi pertanian membaik, jutaan warga Afghanistan masih tidak mampu membeli makanan. Cherevko mengatakan konflik berkepanjangan, kekeringan, dan kesulitan ekonomi selama bertahun-tahun telah mengikis kemampuan keluarga untuk menghadapi krisis.
“Namun, satu kali panen yang baik setelah beberapa tahun kekeringan tidak dapat menghapus kerusakan yang telah terjadi,” katanya.
Cherevko juga memperingatkan bahwa pembatasan terhadap perempuan dan anak perempuan memperburuk krisis. Mengutip perkiraan UNICEF, ia mengatakan Afghanistan berpotensi kehilangan hingga 20.000 guru perempuan dan 5.400 tenaga kesehatan perempuan pada 2030 jika pembatasan saat ini terus berlanjut.
Ia menyerukan bantuan kemanusiaan segera menjelang musim dingin, disertai investasi berkelanjutan di sektor pertanian, lapangan kerja, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi bagi perempuan.
Baca juga: Data PBB Ungkap 6,5 Juta Warga Somalia Terancam Kelaparan akibat Kekeringan