Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Dokumentsi BPBD Aceh Barat
Banjir di Aceh Barat Meluas, 105 Warga Mengungsi
Fajri Fatmawati • 2 November 2026 14:40
Aceh Barat: Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat menyebabkan 105 warga dari dua kecamatan terpaksa mengungsi. Bencana akibat luapan sungai tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dan akses jalan terendam.
"Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) atau 105 jiwa telah mengungsi. Mereka berasal dari Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, sebanyak 20 KK atau 60 jiwa, serta Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, sebanyak 15 KK atau 45 jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Senin, 2 November 2026.
Banjir mulai terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2026 sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap. Genangan banjir meluas dan berdampak pada permukiman warga serta akses transportasi di sejumlah wilayah.
Baca Juga :
"Banjir telah berdampak pada 10 kecamatan, yakni Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan. Sejumlah gampong di wilayah tersebut dilaporkan mengalami genangan dengan kondisi yang masih dalam pemantauan petugas," ujar Ronald.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Rumah warga di Gampong Geudong mengalami pengikisan pada bagian lantai dan badan rumah akibat terjangan air.
Akses jalan menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, juga terputus. Sementara jembatan gantung Kajeung dan Tungkop rusak berat.
"Akses jalan Geudong-Kajeung turut terdampak endapan lumpur. Sementara itu, jumlah keseluruhan warga terdampak masih dalam pendataan dan tidak ada korban jiwa akibat dalam bencana ini," ucap Ronald.

Banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. (ANTARA/HO-Dok Warga)
BPBD Aceh Barat telah menyiagakan personel di posko serta mengerahkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau perkembangan banjir. Tim penyelamat juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan kondisi darurat.
"Warga di wilayah terdampak, khususnya Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat, diminta tetap waspada karena hujan masih berintensitas tinggi dan debit air di sejumlah sungai terus meningkat," jelas Ronald.