Personel meninjau area terdampak karhutla di tengah upaya penanganan dan pemulihan lingkungan. (dok. MIND ID)
Wujud Tanggung Jawab Keberlanjutan, MIND ID Terus Perkuat Penanganan Dampak Karhutla
Patrick Pinaria • 28 October 2026 07:00
Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berkaitan dengan pengendalian titik api, tetapi juga perlindungan masyarakat dan pemulihan lingkungan terdampak. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya keberlanjutan Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, melalui pengerahan relawan dan dukungan peralatan penanganan karhutla di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 4 September 2026.
Dalam upaya tersebut, Grup MIND ID mengonsolidasikan 60 relawan Tim Emergency Response Group (ERG) bersertifikat dari berbagai wilayah operasional, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Pengerahan ini ditujukan untuk membantu menangani dampak karhutla yang berisiko mengganggu kualitas hidup masyarakat serta keseimbangan ekosistem hutan.
Selain mengerahkan personel, MIND ID memobilisasi sejumlah perlengkapan pendukung, antara lain foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95 bagi personel maupun masyarakat yang terdampak kabut asap.
Bagi MIND ID, penanganan karhutla juga mencakup upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan dan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat. Di sisi lingkungan, langkah tersebut diharapkan membantu mendukung pemulihan kawasan terdampak, termasuk flora dan fauna yang berada di dalamnya.
Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) turut melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pengendalian titik api di sekitar Mempawah, Kalimantan Barat. Upaya ini dilaksanakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat kepolisian dan TNI, serta tim pemadam setempat untuk mendukung penanganan yang terintegrasi dan tepat sasaran.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen untuk mendampingi masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi krisis. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga diarahkan untuk mendukung proses pemulihan.
"Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat," ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat, 4 September 2026.
Sementara itu, Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menyampaikan bahwa keterlibatan relawan dari berbagai wilayah mencerminkan solidaritas dan semangat gotong royong keluarga besar Grup MIND ID dalam mendampingi masyarakat terdampak.
"Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih mampu menopang kehidupan," katanya.
Melalui keterlibatan dalam penanganan karhutla, MIND ID menempatkan perlindungan masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan perusahaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi dampak bencana sekaligus mendukung pemulihan lingkungan alam dan kehidupan masyarakat di kawasan terdampak.